Daerah Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Jumat, 10 April 2026 - 14:23 WIB

2 hari yang lalu

logo

Dok Foto : ist illustr klikku.id

Dok Foto : ist illustr klikku.id

Petani Diminta Tidak Khawatir Stok, Distribusi Pupuk Subsidi Triwulan I 2026 di Bangkalan Capai di Atas 90 Persen

Bangkalanklikku.id — Realisasi penebusan pupuk bersubsidi jenis NPK dan Urea di Kabupaten Bangkalan selama triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Berdasarkan data rekapitulasi, total serapan pupuk NPK mencapai sekitar 91 persen dari alokasi, sementara pupuk Urea berada di kisaran 90 persen.

Untuk pupuk NPK, total alokasi sebesar 20,46 juta kilogram dari kebutuhan RDKK mencapai 29,72 juta kilogram. Hingga akhir Maret, penebusan tercatat sekitar 1,9 juta kilogram pada triwulan pertama, dengan sisa distribusi masih cukup besar meski prosentase serapan telah melampaui 90 persen secara kumulatif.

Kecamatan Arosbaya menjadi salah satu wilayah dengan alokasi besar, yakni lebih dari 2,21 juta kilogram, namun realisasi penebusan baru mencapai sekitar 8 persen pada triwulan pertama. Sementara itu, Kecamatan Bangkalan mencatat serapan relatif tinggi dengan capaian 97 persen dari alokasi 320 ribu kilogram.

Di Kecamatan Blega, penebusan pupuk NPK mencapai sekitar 6 persen dari alokasi 1,3 juta kilogram, sedangkan Burneh dan Geger menunjukkan tren moderat masing-masing pada kisaran dua digit awal. Kecamatan Klampis dan Geger sama-sama mencatat angka serapan sekitar 14 persen pada triwulan pertama.

Sementara itu, untuk pupuk Urea, total alokasi sebesar 20,8 juta kilogram dari kebutuhan 23,14 juta kilogram juga menunjukkan pola serapan yang relatif stabil. Penebusan selama Januari hingga Maret mencapai lebih dari 2,5 juta kilogram.

Kecamatan Bangkalan kembali mencatat capaian tinggi dengan realisasi mencapai 96 persen. Sebaliknya, Kecamatan Arosbaya baru menyentuh angka 12 persen dari alokasi 1,5 juta kilogram. Kecamatan Galis dan Geger menunjukkan aktivitas penebusan cukup aktif, masing-masing di atas 300 ribu kilogram selama triwulan pertama.

Beberapa kecamatan lain seperti Klampis, Kokop, dan Konang juga menunjukkan tren penebusan yang meningkat setiap bulan, meskipun belum merata di seluruh wilayah.

Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian Bangkalan, Chk Karyadinata, mengimbau para petani dan kelompok tani (Poktan) untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi.

Ia menegaskan bahwa alokasi pupuk saat ini masih mencukupi kebutuhan petani. “Alokasi pupuk masih banyak, jadi jangan khawatir kekurangan pupuk,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta petani agar melakukan penebusan pupuk melalui kios resmi yang telah ditunjuk pemerintah guna memastikan distribusi tepat sasaran.
“Silakan tebus di kios resmi,” tambahnya.

Apabila dalam proses penebusan terdapat kendala, para petani juga diminta segera berkoordinasi dengan pihak terkait. “Jika ada kesulitan, bisa menghubungi Dinas Pertanian atau Balai Penyuluh Pertanian setempat,” tandasnya.

Secara umum, distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan pada awal tahun ini memperlihatkan adanya disparitas serapan antar kecamatan.

Tingginya capaian agregat menunjukkan distribusi berjalan, namun rendahnya serapan di sejumlah wilayah menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan agar penyaluran lebih merata dan tepat sasaran, khususnya menjelang musim tanam berikutnya.

#Anam

42

Baca Lainnya