Bangkalan | klikku.id — Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan pelaku UMKM Car Free Day (CFD) Mingguan Bangkalan sebagai ruang memperkuat solidaritas di tengah tekanan ekonomi global yang kian dirasakan di tingkat lokal.
Pembina Paguyuban PKL CFD Bangkalan, Muhlis Assuryani, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan sarana konsolidasi antar pengurus dan anggota UMKM agar tetap solid menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.
Menurutnya, dinamika politik global seperti konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah berdampak langsung pada kenaikan harga bahan baku di pasar, khususnya plastik. Kondisi ini turut membebani pelaku UMKM karena biaya produksi meningkat, sementara di sisi lain mereka tidak berani menaikkan harga jual akibat melemahnya daya beli masyarakat.
“Situasi ekonomi dunia, termasuk Indonesia, memang sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu, kami sesama pelaku UMKM harus saling menguatkan, tetap semangat, dan bangkit bersama,” ujarnya.
Muhlis yang selama ini dikenal aktif sebagai penghubung antara pedagang kaki lima (PKL) dengan pemerintah daerah juga menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Ia berharap pemerintah daerah tidak mengambil langkah yang justru berpotensi melemahkan UMKM.
Sebagai pembina paguyuban yang menaungi ratusan pedagang di kawasan Alun-alun Bangkalan, Muhlis selama ini berperan dalam mengorganisasi komunitas PKL, menyerap aspirasi, serta menjembatani komunikasi dengan pemerintah. Ia juga aktif mendorong penataan kawasan CFD agar lebih tertib dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat.
Ia mencontohkan, kegiatan CFD yang tumbuh dari partisipasi masyarakat kini telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Selain menciptakan perputaran ekonomi, aktivitas tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan.
“CFD ini lahir dari UMKM, berkembang bersama UMKM, dan terbukti memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Karena itu, sudah seharusnya kebijakan yang diambil juga mendukung keberlanjutannya,” tegasnya.
Di tengah tantangan ekonomi, para pelaku UMKM Bangkalan memilih untuk tetap bertahan dengan mengandalkan solidaritas komunitas, sembari berharap adanya keberpihakan kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan usaha kecil sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
#Anam
