Daerah Pendidikan

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:46 WIB

3 jam yang lalu

logo

Dok Foto : Gambar klikku.id Anam Biro Bangkalan.

Dok Foto : Gambar klikku.id Anam Biro Bangkalan.

Sri Penemu: Hardiknas 2026 Jadi Momentum Teguhkan Spirit Pendidikan Bermutu untuk Semua

Bangkalan | klikku.id — Kepala Sekolah Dasar Negeri Padurungan 1 Tanah Merah, Sri Penemu, menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 harus menjadi momentum refleksi bersama untuk meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional yang berorientasi pada pembentukan manusia unggul, berkarakter, dan bermartabat.

Hal itu disampaikan Sri Penemu dalam peringatan Hardiknas 2026 saat menyampaikan pesan pendidikan kepada guru, tenaga kependidikan, pelajar, serta seluruh insan pendidikan.

Menurutnya, pendidikan pada hakikatnya bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan proses memanusiakan manusia melalui pendekatan yang tulus, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pengembangan potensi dasar setiap anak.

“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” ujar Sri Penemu.

Ia menjelaskan, nilai dasar pendidikan nasional sebagaimana diwariskan Ki Hajar Dewantara harus terus menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan Indonesia, yakni melalui sistem among: asah, asih, dan asuh.

Konsep tersebut, kata dia, menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai ruang pembelajaran ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, pendampingan, serta penumbuhan nilai kemanusiaan.

Sri Penemu menegaskan, amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 telah menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak, serta memperkuat peradaban nasional.

Ia menilai, arah pendidikan nasional saat ini semakin relevan dengan visi pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membentuk generasi Indonesia yang unggul, kuat, tangguh, dan berdaya saing.

Menurut Sri Penemu, penguatan kualitas pendidikan kini diarahkan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena menitikberatkan pada kualitas proses belajar di ruang kelas sebagai inti utama perbaikan mutu pendidikan nasional.

“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” katanya.

Ia menyebutkan, kebijakan prioritas pendidikan nasional saat ini dijalankan melalui lima strategi utama, yakni pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Sri Penemu menilai, guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan karena berperan sebagai teladan, agen pembelajaran, sekaligus pembentuk peradaban.
Karena itu, peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan dukungan terhadap guru dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan karakter melalui budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, indah, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.

Menurutnya, sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara utuh.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, dan membangun karakter anak secara utuh,” tegasnya.

Sri Penemu juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Menurutnya, pendidikan bermutu hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen tersebut bergerak bersama dengan pola pikir maju, mental kuat, dan tujuan yang lurus. “Pendidikan bermutu tidak akan terwujud tanpa tiga M, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Sri Panemu mengajak seluruh insan pendidikan untuk menjadikan Hardiknas 2026 sebagai penguat komitmen bersama dalam membangun pendidikan bermutu untuk semua demi mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.

#Anam

27

Baca Lainnya