Bangkalan | klikku.id — Teknisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) standar Badan Gizi Nasional (BGN), Imam Faisin, memberikan penjelasan teknis terkait pemasangan Bio Septic Tank saat ditemui di lokasi instalasi Dapur SPPG Pangeleyan Polres Bangkalan. Pemasangan tersebut disebut sebagai bagian penting dalam mendukung standar sanitasi dan pengelolaan limbah yang aman pada operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Disela proses instalasi, Imam Faisin menjelaskan bahwa pemasangan Bio Septic Tank harus dilakukan sesuai tahapan teknis agar sistem pengolahan limbah dapat bekerja maksimal dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Pemasangan diawali dengan pengukuran dimensi Bio Tank dan penggalian tanah sesuai ukuran yang dibutuhkan, termasuk penambahan ruang bebas agar proses instalasi aman dan presisi,” jelas Imam Faisin selaku teknisi IPAL standar BGN.
Selanjutnya dilakukan pembuatan pondasi beton sebagai dudukan tangki sebelum Bio Tank dimasukkan ke dalam lubang galian. Setelah terpasang, tangki wajib diisi penuh menggunakan air bersih guna memastikan tidak terjadi kebocoran pada sistem.
Imam Faisin juga menekankan pentingnya proses pengurukan secara bertahap menggunakan tanah maupun sirtu sambil dipadatkan perlahan agar konstruksi tangki tetap aman.
“Pastikan tidak ada batu ataupun benda keras yang menempel pada dinding tanki ketika pengurukan dilakukan karena dapat memicu kerusakan pada badan tangki,” terangnya.
Selain pemasangan fisik tangki, jaringan pipa ventilasi, inlet, dan outlet juga harus dipasang dengan kemiringan tertentu agar aliran limbah berjalan normal. Setelah seluruh instalasi selesai, dilakukan pengetesan menggunakan aliran air untuk memastikan tidak terdapat kebocoran pada sambungan pipa maupun tangki.
Dalam keterangannya, Imam Faisin menyebut Bio Septic Tank yang digunakan merupakan tipe BSM-HNE kapasitas 3000 liter dengan sistem Bio Filter Anaerob yang dirancang untuk membantu proses pengolahan limbah domestik secara lebih ramah lingkungan.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan berkala dengan menghindari penggunaan bahan kimia keras seperti carbol dan HCL karena dapat mengganggu proses biologis dalam septic tank. Selain itu, toilet juga diminta bebas dari sampah non-organik seperti tisu dan softex agar sistem pengolahan limbah tetap optimal.
Sementara itu, pihak Dapur SPPG Pangeleyan Polres Bangkalan menyampaikan bahwa penggunaan IPAL standar BGN merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan operasional dapur berjalan sesuai standar kesehatan dan sanitasi.
Pihak dapur menilai keberadaan sistem IPAL modern sangat penting untuk mencegah pencemaran limbah ke lingkungan sekitar, menjaga kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menciptakan pengelolaan limbah yang lebih tertata dan aman.
“Penggunaan IPAL standar BGN ini menjadi bentuk keseriusan kami menjaga lingkungan agar tidak tercemar, menjaga kesehatan lingkungan sekitar dapur, dan memastikan limbah yang dihasilkan dapat dikelola dengan baik,” ungkap perwakilan pihak dapur.
Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, penggunaan sistem IPAL standar juga dinilai membantu meningkatkan kualitas sanitasi dapur, mengurangi risiko pencemaran air maupun bau tidak sedap, serta mendukung keberlangsungan program pelayanan makanan yang higienis dan sehat bagi masyarakat.
#Anam
