Ekonomi Bisnis

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:38 WIB

1 hari yang lalu

logo

TPS Kembali Kirim Lokomotif Buatan INKA ke Australia, Total 16 Unit Sudah Diekspor

SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali dipercaya menjadi hub pengiriman locomotive platform produksi PT INKA (Persero) ke Australia.

Kali ini, TPS menangani ekspor tiga unit underframe lokomotif yang dikirim pada 24 Mei 2026.

Pengiriman terbaru tersebut melengkapi total 16 unit locomotive platform yang telah diekspor PT INKA melalui TPS dari total pesanan 50 unit.

Sebelumnya, ekspor tahap awal dilakukan pada Februari 2025 sebanyak dua unit. Selanjutnya, sepanjang 2025 tercatat 13 unit berhasil dikirim ke Australia.

Produk yang dikirim berupa locomotive platform atau rangka bawah lokomotif yang masuk kategori uncontainerized (UC) atau out of gauge (OOG). Jenis muatan ini membutuhkan penanganan khusus mulai tahap perencanaan hingga proses loading di terminal.

TPS dipilih sebagai hub pengiriman karena dinilai memiliki fasilitas lengkap serta kesiapan operasional untuk menangani special cargo. Selain itu, akses pelayaran internasional yang luas dan lokasi yang relatif dekat dengan fasilitas produksi PT INKA di Madiun juga menjadi pertimbangan utama.

Plt Senior Manager Sistem Manajemen dan Komersial TPS, Indriana Susilowati, mengatakan keberlanjutan ekspor tersebut menjadi bukti kepercayaan terhadap kemampuan TPS dalam mendukung produk manufaktur nasional menembus pasar global.

“Penanganan pengiriman locomotive platform ini menunjukkan kesiapan TPS dalam menangani kargo khusus dengan standar operasional tinggi serta kolaborasi yang solid antar pihak terkait,” ujarnya.

Menurutnya, TPS tidak hanya berperan sebagai terminal bongkar muat, tetapi juga menjadi gateway strategis bagi produk industri dalam negeri menuju pasar internasional.

Kepercayaan Australia terhadap produk PT INKA disebut tidak lepas dari kualitas produk, harga kompetitif, serta dukungan layanan purna jual yang responsif. Faktor efisiensi logistik pengiriman juga menjadi nilai tambah daya saing produk kereta api nasional tersebut.

“Kami pastikan kesiapan peralatan dan sumber daya manusia untuk mendukung proses pengiriman agar berjalan aman, efisien, dan sesuai standar operasional,” pungkasnya. AM@n


 

20

Baca Lainnya