SIDOARJO | klikku.id – Ratusan warga mendatangi Padepokan Sod Dhok di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul penetapan ketua padepokan tersebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan yang ditangani Polresta Sidoarjo.
Aksi warga berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa menuntut agar proses hukum terhadap tersangka segera dituntaskan dan tidak berlarut-larut. Mereka juga mendesak kepolisian segera melakukan penahanan terhadap tersangka yang telah ditetapkan status hukumnya.
Direktur Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APMP) Jawa Timur, Acek Kusuma, menilai kemarahan warga merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat yang menganggap proses penegakan hukum berjalan lamban.
“Itu ngeluruh langsung ke kediaman pelaku karena yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin ada janji bahwa apabila hari ini status tersangka sudah ditetapkan, maka akan dikirim surat pemanggilan. Jika tidak kooperatif, akan dilakukan penjemputan paksa,” ujar Acek Kusuma kepada klikku.id.
Namun, menurutnya, informasi yang diterima masyarakat justru menunjukkan adanya penundaan terhadap langkah penjemputan tersebut sehingga memicu reaksi warga.
“Ternyata muncul kabar bahwa penjemputannya akan diundur lagi. Itu yang membuat masyarakat sudah tidak sabar. Artinya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses penanganan kasus ini mulai menurun,” tegasnya.
Acek menambahkan, aparat penegak hukum perlu memberikan kepastian kepada publik terkait tahapan penanganan perkara agar tidak menimbulkan spekulasi maupun keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Sidoarjo belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut pemanggilan maupun kemungkinan penahanan terhadap tersangka.
Kasus dugaan pencabulan yang menyeret ketua Padepokan Sod Dhok tersebut kini menjadi perhatian luas masyarakat Sidoarjo. Warga berharap proses hukum berjalan transparan, profesional, dan memberikan keadilan bagi korban.
Reporter ; # Anam
