Ekonomi Bisnis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:38 WIB

22 jam yang lalu

logo

OJK Mencatat Nilai Pinjaman Online di Jatim Melonjak Jadi Rp11,96 Triliun

SURABAYA | klikku.id – Aktivitas pinjaman online (pinjol) di Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur mencatat outstanding pembiayaan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) hingga April 2026 mencapai Rp11,97 triliun atau naik 19,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pelaksana Harian Kepala OJK Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran mengatakan jumlah pemberi pinjaman mencapai 408 ribu rekening atau tumbuh 36,5 persen secara tahunan. Sementara jumlah peminjam mencapai 18,01 juta rekening, meningkat 17,42 persen.

“Untuk tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP-90 tercatat sebesar 5,80 persen,” ujarnya dalam Media Briefing OJK Jatim 2026 di Surabaya, Senin (22/6/2026).

Tak hanya sektor pinjol, sejumlah industri jasa keuangan di Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif.

Pada sektor modal ventura, nilai pembiayaan mencapai Rp1,96 triliun hingga Maret 2026 atau tumbuh 4,38 persen secara tahunan dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 3,89 persen.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan membukukan penyaluran dana Rp46,29 triliun. Meski secara tahunan terkoreksi 2,17 persen, nilainya masih tumbuh 1,41 persen sejak awal tahun.

Pembiayaan didominasi sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, hingga akomodasi dan makanan-minuman.

Di pasar modal, minat masyarakat Jawa Timur juga terus meningkat. Hingga April 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 2,99 juta atau tumbuh 60,47 persen dibanding tahun sebelumnya.

Capaian itu menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia.

Kinerja positif juga terlihat pada Securities Crowdfunding (SCF). Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp65,79 miliar atau naik 61,66 persen secara tahunan. Mayoritas penerbit berasal dari sektor barang konsumsi primer.

Di sektor perasuransian, total premi yang terkumpul selama Januari-April 2026 mencapai Rp6,79 triliun, meningkat 20,61 persen.

Sedangkan dana pensiun yang berkantor pusat di Jawa Timur mencatat aset sebesar Rp4,61 triliun, tumbuh 4,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Horas, capaian tersebut menunjukkan sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan ekonomi global. AM@n


 

12

Baca Lainnya