Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:34 WIB

14 jam yang lalu

logo

Genjot Investasi Berkualitas, Pemprov Jatim Bersama BI dan OJK Perkuat Sinergi

SURABAYA | klikku.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat sinergi untuk mendorong investasi berkualitas sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga momentum ekonomi Jawa Timur yang tetap tumbuh kuat di tengah ketidakpastian global.

Upaya itu diwujudkan melalui High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim mengatakan, stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi modal utama dalam meningkatkan kepercayaan investor.

Dengan posisi strategis sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur, dukungan infrastruktur yang terus berkembang, serta struktur ekonomi yang dinilai tangguh, Jawa Timur memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi.

“Investor tidak mencari daerah yang sempurna, tetapi daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen untuk terus berkembang. Jawa Timur memiliki modal tersebut,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, tantangan berikutnya adalah menghadirkan investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, memperkuat hilirisasi industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala DPMPTSP Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menambahkan, integrasi Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Fokusnya antara lain menyiapkan proyek investasi siap tawar atau Investment Project Ready to Offer (IPRO), mempercepat pengembangan kawasan industri, dan meningkatkan daya saing investasi daerah.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala OJK Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran menegaskan pentingnya perluasan akses pembiayaan melalui sektor jasa keuangan guna mendukung investasi dan pengembangan UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan, bahwa investasi berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, percepatan penyelesaian LP2B, Lahan Baku Sawah, Lahan Sawah Dilindungi, sinkronisasi tata ruang, hingga pengembangan kawasan industri menjadi prioritas,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peluncuran East Java Investment Forum (EJIF) 2026 sebagai upaya memperkuat promosi investasi Jawa Timur kepada investor domestik maupun internasional.

Forum tersebut diharapkan menjadi katalis dalam mempercepat transformasi ekonomi dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. AM@n


 

27

Baca Lainnya