Ekonomi Bisnis Pemerintahan Peristiwa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:15 WIB

2 jam yang lalu

logo

Dok gamabr foto KLIKKU.ID ist Anam Biro Bangkalan.

Dok gamabr foto KLIKKU.ID ist Anam Biro Bangkalan.

Mahakarya Prestasi Kadis P2KP di PKN II Jadi Optimisme Baru Pertanian Bangkalan

BANGKALAN | KLIKKU.ID Kabar membanggakan datang dari jajaran Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (P2KP) Kabupaten Bangkalan, Dr. C. Henry Kusumas Karyadinata, S.Pt., M.E., berhasil menorehkan prestasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bukan sekadar mengikuti pelatihan, Karyadinata mampu membawa gagasan perubahan dari Bangkalan hingga meraih peringkat kedua dengan predikat “Sangat Memuaskan”.

Capaian tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang selama mengikuti PKN yang berlangsung 107 hari, sejak 8 April hingga 14 Agustus 2026.

Dalam proses tersebut, Karyadinata mengusung sebuah gagasan perubahan yang diberi nama “Kebijakan Mahakarya Bangkalan”, dengan fokus utama pada upaya menyelamatkan lahan pertanian, memastikan pangan, memudahkan sarana dan prasarana serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bangkalan.

Prestasi tersebut tentu menjadi capaian personal bagi Karyadinata. Namun lebih dari itu, keberhasilan tersebut membawa nama Kabupaten Bangkalan dalam ruang kompetisi kepemimpinan tingkat nasional.

Gagasan yang dibawa juga memiliki relevansi langsung dengan tantangan pembangunan pertanian di daerah.

Melalui konsep Mahakarya Bangkalan, sektor pertanian tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan produksi pangan, tetapi sebagai bagian dari agenda besar menjaga keberlanjutan lahan, memperkuat ketahanan pangan, memastikan dukungan sarana-prasarana serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Gagasan tersebut bertumpu pada filosofi: “Karena lahan adalah kehidupan, karena pangan adalah kedaulatan, dan karena petani adalah penjaga masa depan bangsa.”

Dari filosofi tersebut kemudian dirumuskan empat orientasi pembangunan pertanian Bangkalan, yakni mandiri, maju, berkelanjutan dan sejahtera.

Pertanian yang mandiri diarahkan bertumpu pada potensi dan kemandirian daerah. Pertanian yang maju didorong melalui inovasi, data dan teknologi. Sementara prinsip berkelanjutan menekankan perlindungan lingkungan dan sumber daya alam, sedangkan orientasi kesejahteraan diarahkan pada peningkatan kualitas kehidupan petani dan masyarakat.

Perjalanan 107 hari mengikuti PKN Tingkat II tentu bukan waktu yang singkat. Sejak 8 April 2026 hingga 14 Agustus 2026, proses tersebut menjadi ruang bagi Karyadinata untuk menempa kapasitas kepemimpinan sekaligus menguji gagasan perubahan yang dibawanya.

Puncaknya, gagasan tersebut memperoleh apresiasi dengan peringkat kedua dan predikat Sangat Memuaskan.

Bagi Bangkalan, capaian ini dapat menjadi salah satu item optimisme bahwa daerah memiliki aparatur yang mampu membawa persoalan lokal menjadi gagasan inovatif dalam forum kepemimpinan tingkat nasional.

Namun, penghargaan tersebut bukanlah akhir. Justru tantangan sesungguhnya berada setelah PKN berakhir, yakni bagaimana Mahakarya Bangkalan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Terutama dalam hal perlindungan lahan pertanian, kepastian pangan, kemudahan akses sarana dan prasarana pertanian, pemanfaatan teknologi serta peningkatan kesejahteraan petani.

Sebab, gagasan perubahan akan memiliki nilai yang lebih besar ketika tidak berhenti sebagai dokumen aksi perubahan, tetapi mampu menjadi instrumen penyelesaian persoalan masyarakat.

Ada satu pesan yang disampaikan Karyadinata yang sekaligus menjadi spirit dari capaian tersebut: “Bangkalan yang terbiasa tertinggal, terpinggirkan & terlupakan harus terus melangkah. Yakin Bisa!”

Pesan tersebut seolah menjadi refleksi bahwa Bangkalan tidak selamanya harus dipandang dari sisi ketertinggalannya.

Di tengah berbagai persoalan pembangunan, daerah ini juga memiliki sumber daya manusia yang mampu melahirkan gagasan, berkompetisi dan mencatatkan prestasi di tingkat nasional.

Karena itu, peringkat kedua PKN Tingkat II Angkatan VIII Tahun 2026 yang diraih Karyadinata layak ditempatkan sebagai kabar positif bagi masyarakat Bangkalan.

Bukan semata tentang siapa yang mendapatkan penghargaan, melainkan tentang gagasan apa yang dibawa pulang untuk daerah.

Jika Mahakarya Bangkalan mampu diwujudkan secara konsisten, maka prestasi tersebut berpotensi menjadi titik awal optimisme baru bagi pembangunan sektor pertanian.

Lahan diselamatkan, pangan dipastikan, sarana-prasarana dimudahkan dan petani disejahterakan.

Dari sana, semangat “Bangkalan Bisa” bukan sekadar slogan, tetapi dapat menjadi energi untuk membuktikan bahwa Bangkalan mampu melahirkan inovasi dan kebijakan yang membanggakan di tingkat nasional.

#Anam KLIKKU.ID

38

Baca Lainnya