Pendidikan Peristiwa

Senin, 7 September 2026 - 13:48 WIB

2 jam yang lalu

logo

Maba Unusa Diminta Siap Hadapi Era AI, Ini Pesan Wagub Emil Dardak

SURABAYA | klikku.id – Bagi mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), target Indonesia Emas tmulai dibentuk sejak hari pertama mereka duduk di bangku kuliah.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, saat memberikan kuliah perdana dalam Pengukuhan Mahasiswa Baru Unusa, Senin (7/9/2026).

Mengangkat tema Naik Level, Menjadi Generasi Pembelajar, Penggerak, dan Pemberi Dampak Menuju Indonesia Emas 2045, Emil mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar nilai akademik.

“Mahasiswa yang mulai kuliah pada 2026, akan berada di usia sekitar 37–38 tahun, ketika Indonesia memasuki 2045. Pada usia tersebut, kalian diharapkan sudah menjadi profesional, inovator, hingga pemimpin yang ikut menentukan arah bangsa,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi pun tidak ringan. Perkembangan artificial intelligence (AI), otomasi, transformasi digital, perubahan ekonomi, hingga persoalan iklim dan kesehatan, akan ikut mengubah dunia kerja.

Karena itu, Emil meminta mahasiswa memperkuat tiga fondasi utama, yakni kapasitas, karakter, dan kontribusi.

“Kapasitas dibutuhkan untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan. Karakter menjadi fondasi integritas, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Sedangkan kontribusi membuat ilmu yang dimiliki tidak berhenti untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Emil juga menyoroti penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Teknologi tersebut, kata dia, sebaiknya diposisikan sebagai copilot, bukan autopilot.

“AI dapat membantu mencari informasi, mengolah data, membangun ide, hingga mempercepat proses belajar. Namun, berpikir kritis, memverifikasi informasi, menjaga kejujuran akademik, dan mengambil keputusan tetap menjadi tanggung jawab manusia. Gunakan AI untuk memperluas pikiran, bukan menggantikan pikiran,” pesannya.

Ia juga menantang mahasiswa membawa pembelajaran keluar dari ruang kelas melalui pola learn, do, reflect, improve, dan share.

Jawa Timur, lanjut dia, bisa menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi. Berbagai persoalan seperti kesehatan, UMKM, lingkungan, pangan, pendidikan, hingga literasi digital dapat menjadi ruang berkarya.

“Indonesia Emas 2045 tidak dimulai dua puluh tahun lagi, tetapi dimulai hari ini,” pungkasnya. AM@n


 

10

Baca Lainnya