Komunitas Peristiwa Sosial

Minggu, 20 September 2026 - 12:38 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Sambangi Jemursari, Baksos Sego Rongewu Gencarkan Provokasi Kebaikan

SURABAYA | klikku.id – Semangat berbagi kembali menyapa warga Surabaya. Kali ini, kegiatan Baksos Sego Rongewu Episode III Seri ke-30, digelar di RT 01/RW 10, Kelurahan Jemursari, Kecamatan Wonocolo, Minggu (20/9/2026).

Sejak pagi, warga berdatangan mengikuti berbagai kegiatan yang digelar Baksos’e Suroboyo bersama tim Sego Rongewu. Bukan hanya pembagian bantuan, kegiatan dikemas dengan beragam aktivitas yang melibatkan masyarakat.

Mulai senam pagi dan doorprize, DOKAR “Rongewuan”, santunan anak yatim, pemberian mushaf Al-Qur’an, potong rambut gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar grebek kampung hingga lomba mewarnai.

Camat Wonocolo Muslich Hariadi mengapresiasi konsistensi Sego Rongewu yang terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain.

Menurutnya kegiatan tersebut bukan sekadar aksi sosial. Ada pesan yang lebih besar, yakni mengajak masyarakat membiasakan diri berbagi dan saling membantu.

“Ini merupakan promosi kebaikan. Kebaikan ini terus dipromosikan kepada teman-teman, supaya hidup ini menjadi lebih baik,” ujar Muslich.

Dia juga menilai banyaknya aktivitas membuat manfaat kegiatan lebih luas. Warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan, potong rambut hingga ruang untuk beraktivitas bersama.

Muslich berharap kegiatan tersebut terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak pihak, terutama generasi muda.

Ketua Baksos’e Suroboyo Bambang Udi Ukoro mengatakan Sego Rongewu memang dirancang sebagai sarana mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berbagi. “Sedekah itu tidak harus menunggu kita kaya atau mampu,” katanya.

Menurut Bambang, antusiasme warga Jemursari menunjukkan kegiatan sosial tetap memiliki ruang kuat di tengah masyarakat. Keterlibatan warga disabilitas di Kecamatan Wonocolo juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Sego Rongewu di Wonocolo menjadi Seri ke-30 dalam Episode III. Bambang menyebut rangkaian kegiatan akan terus berjalan, dan memasuki Episode IV setelah putaran kegiatan di kecamatan-kecamatan se-Surabaya selesai.

“In syaa Allah bulan berikutnya adalah yang terakhir untuk masuk Episode IV di putaran kecamatan se-Kota Surabaya,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial melalui kolaborasi komunitas, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. AM@n


 

100

Baca Lainnya