BANGKALAN | KLIKKU.ID – Sekitar Rp1,5 miliar nilai pagu anggaran dari dua jenis program yang disampaikan Kepala Bidang Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan Bangkalan, Dr. Subai, tengah diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan dan sarana produksi pertanian.
Nilai tersebut merupakan akumulasi dari Rp900 juta untuk program bantuan sapi kepada tiga kelompok tani dan sekitar Rp600 juta untuk pembangunan jalan produksi tani di dua titik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Keterangan mengenai kedua program tersebut disampaikan Dr. Subai saat ditemui di meja kerjanya, Senin (21/9/2026) siang.
Dari total sekitar Rp1,5 miliar tersebut, Rp900 juta di antaranya direncanakan untuk bantuan sapi kepada tiga kelompok tani. Program itu masuk dalam rencana Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian yang diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan.
Dr. Subai menyebut pelaksanaan bantuan sapi tersebut ditargetkan sudah berjalan paling lambat pada awal November 2026.
“Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dunia peternakan kita, insyaallah paling lambat sebelum Desember, awal November sudah dilaksanakan,” ujar Dr. Subai.
Rencana penerima pertama adalah Kelompok Tani Rimba Alam, Pokir Mahmudi, di Desa Arosbaya. Kelompok tersebut direncanakan memperoleh bantuan senilai Rp600 juta, dengan komponen berupa sapi, kandang dan pakan. Target ternak yang disebutkan sebanyak 15 ekor sapi Madrasin jantan.
Kemudian Kelompok Tani Mulya Desa Dlemir direncanakan memperoleh bantuan senilai Rp200 juta. Bantuan tersebut berupa delapan ekor sapi, terdiri atas empat sapi jantan dan empat sapi Madura betina. Dalam keterangan Dr. Subai, kelompok tersebut dikaitkan dengan aspirator Moh Khotib.
Sementara Kelompok Tani Rukun Lima direncanakan mendapatkan bantuan senilai Rp100 juta, dengan target sekitar tujuh ekor sapi Madura. Nama Abdul Hakim disebut dalam keterangan terkait kelompok tersebut.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi sesuai angka yang disampaikan, maka tiga kelompok tani itu akan menjadi sasaran bantuan dengan nilai akumulatif Rp900 juta dan target sekitar 30 ekor sapi, dengan rincian 15 ekor untuk Rimba Alam, delapan ekor untuk Tani Mulya dan sekitar tujuh ekor untuk Tani Rukun Lima.
Namun, bagi Dinas Peternakan, ukuran program tidak hanya berada pada jumlah sapi yang disalurkan. Dr. Subai menekankan calon penerima harus mematuhi ketentuan program agar bantuan yang diterima dapat dikelola menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan manfaat ekonomi. “Pada calon penerima harus taat pada ketentuan supaya menghasilkan profit,” katanya.
Untuk memastikan bantuan tidak berhenti pada tahap penyerahan, Dinas Peternakan menyiapkan monitoring dan pendampingan teknis. Menurut Dr. Subai, petugas dari dinas minimal melakukan monitoring dua kali dalam satu tahun.
Pendampingan juga akan diberikan ketika kelompok menghadapi persoalan dalam pemeliharaan ternak, termasuk ketika terjadi penyakit, kematian ternak maupun kebutuhan teknis lainnya.
“Kalau ada kematian, penyakit, ketika ada kebutuhan akan hadir melakukan pendampingan. Kita pertemukan dan dikenalkan dengan petugasnya,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, outcome yang dituju dari bantuan sapi adalah terpeliharanya ternak, berkembangnya usaha kelompok dan munculnya manfaat ekonomi bagi masyarakat penerima, bukan sekadar terserapnya anggaran pengadaan ternak.
Sementara pada jenis program lainnya, Dr. Subai menyampaikan adanya kegiatan yang bersumber dari DAK pemerintah pusat. Dinas Peternakan dalam kegiatan ini berperan sebagai fasilitator sekaligus pelaksana.
Program tersebut berupa pembangunan jalan produksi tani secara swakelola di dua titik, yakni di wilayah Arosbaya dan Bancaran.
Nilai pagu yang disampaikan sekitar Rp300 juta untuk masing-masing titik. Dengan dua titik kegiatan, nilai keseluruhannya mencapai sekitar Rp600 juta.
“Untuk DAK, anggaran pusat. Kita sebagai pelaksana, fasilitator pelaksana. Cuma itu swakelola, pembuatan jalan produksi tani dua titik di Arosbaya masih melengkapi administrasi kelompok, sama Bancaran,” terang Dr. Subai.
Untuk lokasi Bancaran, ia menyebut anggaran sudah mulai dicairkan kepada kelompok. Sementara kegiatan pada titik lainnya masih dalam proses melengkapi administrasi kelompok.
Jika dirangkaikan dengan program bantuan sapi, maka dua jenis program yang disampaikan Dr. Subai tersebut memiliki nilai pagu secara akumulatif sekitar Rp1,5 miliar.
Rp900 juta diarahkan untuk bantuan sapi kepada tiga kelompok tani, sedangkan sekitar Rp600 juta diarahkan untuk pembangunan dua titik jalan produksi tani melalui DAK.
Dari sisi target, kedua program memiliki bentuk output yang berbeda. Program bantuan sapi diarahkan pada pengadaan sekitar 30 ekor ternak beserta dukungan sarana tertentu pada kelompok penerima, sementara program DAK diarahkan pada terbangunnya dua titik jalan produksi tani.
Adapun outcome yang hendak dicapai bermuara pada satu tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat aktivitas produksi masyarakat dan meningkatkan manfaat ekonomi dari sektor pertanian serta peternakan.
Karena sebagian program masih berada pada tahap persiapan dan pelengkapan administrasi, perkembangan berikutnya akan menentukan kesesuaian antara pagu, volume bantuan, penerima manfaat, realisasi kegiatan dan outcome yang nantinya dapat dirasakan masyarakat.
KLIKKU.ID | ANAM
