Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Jumat, 25 September 2026 - 18:38 WIB

3 minggu yang lalu

logo

BI Jatim Dorong Halal Value Chain Terkoneksi dari Hulu hingga Hilir

SURABAYA | klikku.id – Pengembangan ekonomi halal tidak cukup berhenti pada sertifikasi produk. Keterhubungan antara pelaku usaha, pembiayaan, produksi hingga pasar menjadi bagian penting agar Halal Value Chain (HVC) mampu memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam The 5th International Conference on Islamic Economics, Business, and Philanthropy (ICIEBP) 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Jumat (25/9/2026).

Konferensi yang merupakan rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 tersebut digelar Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur.

Deputi Kepala KPwBI Jatim Rifki Ismal mengatakan, penguatan HVC menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Peran Bank Indonesia tidak hanya berkaitan dengan stabilitas, tetapi juga bagaimana kebijakan yang dijalankan dapat mendukung pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja,” kata Rifki.

Menurut dia, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu dibangun dari hulu hingga hilir. BI saat ini menjalankan enam inisiatif, yakni GERBANG SANTRI, JAWARA Ekspor, GEMA Halal, SAPA Syariah, KANAL ZISWAF, dan LENTERA Emas.

Di Jawa Timur, dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.686 UMKM, 23 rumah potong hewan (RPH), serta 320 juru sembelih halal.

BI Jatim juga mendorong pembentukan 28 Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (KHAS) serta mengoptimalkan 13 Halal Center.

Rifki menegaskan, penguatan HVC membutuhkan kolaborasi pemerintah, regulator, perguruan tinggi, industri, lembaga keuangan dan masyarakat. Tujuannya agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh sertifikasi, tetapi juga memiliki kapasitas produksi, akses pembiayaan, pemasaran dan pasar.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR Prof Ardianto mengatakan, ekonomi halal kini telah berkembang jauh melampaui sektor pangan. Rantai halal juga mencakup keuangan, manufaktur, farmasi, kosmetik, pariwisata hingga logistik.

“Pertanyaan yang diajukan konferensi ini bukan sekadar apakah ekonomi halal dapat tumbuh, tetapi apakah pertumbuhan itu inklusif,” ujarnya.

ICIEBP 2026 mengangkat tema Halal Value Chain Transformation and Islamic Finance Innovation: Accelerating Inclusive and Resilient Economic Growth. Forum tersebut menghadirkan akademisi dan regulator dari Indonesia, Brunei Darussalam, serta Makau. AM@n


 

44

Baca Lainnya