Ekonomi Bisnis Komunitas

Sabtu, 26 September 2026 - 19:34 WIB

2 hari yang lalu

logo

FESyar Jawa 2026 Angkat Seni Islami untuk Perkuat Ekonomi Syariah

SURABAYA | klikku.id – Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa (FESyar) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal dan layanan keuangan syariah.

Bank Indonesia juga memasukkan seni dan budaya Islami sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan ekonomi syariah kepada masyarakat.

Salah satunya melalui lomba Hadroh Banjari yang digelar dalam rangkaian FESyar Regional Jawa 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal nuansa Islami melalui seni sekaligus memperkuat literasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

Deputi Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Yono Haryono, Ph.D., mengatakan FESyar Regional Jawa dirancang sebagai ruang terpadu yang mempertemukan berbagai kebutuhan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

“Kami harapkan bapak ibu bisa kunjungi gelaran FESyar Jawa. Ini one stop shop. Ada halal food, mau konsultasi sertifikasi halal ada, pembiayaan juga ada,” ujar Yono, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, FESyar Jawa merupakan multi event yang melibatkan berbagai unsur dari wilayah Jawa. Kegiatannya mencakup masyarakat, pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga pihak-pihak yang berperan dalam pengembangan ekonomi syariah.

Selain aspek bisnis dan pembiayaan, FESyar juga memberi ruang bagi seni dan budaya bernuansa Islami. Lomba Hadroh Banjari menjadi salah satu kegiatan yang dihadirkan dalam konteks tersebut.

“Termasuk kegiatan lomba hadroh banjari. Kami ingin mengangkat musik nuansa Islami dalam konteks mengembangkan ekonomi syariah. Ini jadi salah satu momentum,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, pengenalan ekonomi syariah tidak hanya dilakukan melalui produk halal maupun layanan keuangan. Masyarakat juga diajak melihat keterkaitan ekonomi syariah dengan seni, budaya, kewirausahaan, serta industri kreatif.

FESyar Regional Jawa 2026 diharapkan dapat mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara lebih luas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus pelaku usaha. AM@n


 

16

Baca Lainnya