Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Sabtu, 26 September 2026 - 13:48 WIB

3 hari yang lalu

logo

FESyar Jawa 2026, BI Bangun Ekosistem Syariah dari Hulu ke Hilir

SURABAYA | klikku.id – Bank Indonesia (BI) Jawa Timur mendorong pengembangan ekonomi syariah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Melalui FESyar Regional Jawa 2026, BI mulai menghubungkan pesantren, UMKM, perbankan, lembaga zakat hingga sektor riil dalam satu ekosistem dari hulu ke hilir.

Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim mengatakan, arah pengembangan ekonomi syariah dalam beberapa tahun terakhir terus bergeser. Bukan hanya mengejar digitalisasi dan transaksi, tetapi membangun ekosistem yang mampu menghasilkan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

“Semangatnya adalah akselerasi sinergi dan transformasi. Kita ingin potensi ekonomi syariah bisa semakin nyata melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi digital,” kata Ibrahim saat Opening Ceremony FESyar Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Tiga inisiatif menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut. Pertama, pengembangan halal lifestyle melalui Pasar Rakyat Halal, Aman dan Sehat (PRH-AH) serta Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS).

Kedua, optimalisasi wakaf produktif, termasuk wakaf uang untuk mendukung pembiayaan pendidikan. Ketiga, inovasi pembiayaan untuk membantu penyediaan rumah bagi guru madrasah dan pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).

Menurut Ibrahim, Jawa memiliki modal besar untuk pengembangan ekonomi syariah. Jawa Timur memiliki lebih dari 7.000 pesantren dan sekitar 600.000 santri. BI Jatim juga telah mendampingi 463 pesantren dalam pengembangan produk dan sertifikasi halal.

Deputi Kepala BI Jatim Rifki Ismal mengatakan, tiga sektor utama tetap menjadi perhatian, yakni makanan halal, modest fashion, dan pariwisata ramah muslim. Namun, pendekatannya kini dibuat lebih terintegrasi.

“Yang baru adalah bagaimana kita membangun ekosistemnya end-to-end, mulai dari pesantren, bank, UMKM, sampai lembaga zakat,” ujarnya.

Hasilnya mulai terlihat dari transaksi FESyar. Hingga hari kedua, perdagangan mencapai Rp35,5 miliar dari target Rp35 miliar. Pembiayaan mencapai Rp56 miliar dari target Rp48 miliar, sedangkan penjualan UMKM Rp2,1 miliar dari target Rp7,3 miliar.

Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan, FESyar tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan. Ekonomi syariah, kata dia, harus memberi manfaat luas dengan berlandaskan prinsip inklusif, berkelanjutan, dan adil.

FESyar Regional Jawa 2026 berlangsung 25–27 September dengan melibatkan 294 mitra sinergi dan 215 pelaku usaha. AM@n


 

18

Baca Lainnya