Ekonomi Bisnis Lifestyle Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 08:34 WIB

16 jam yang lalu

logo

Tabligh Akbar FESyar 2026, Habib Syech Ingatkan Pentingnya Etika Berdagang dalam Islam

SURABAYA | klikku.id – Pesan tentang etika berdagang menjadi salah satu sorotan dalam Tabligh Akbar Jawa Bersholawat, yang menjadi bagian dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (25/9/2026) malam.

Habib Syech Abdul Qodir Assegaf mengajak pelaku usaha, khususnya UMKM, meneladani cara Rasulullah SAW dalam berdagang.

“Dalam aktivitas bisnis, tidak semata mengejar keuntungan. Tetapi juga harus dilandasi kejujuran, amanah, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya

Di hadapan ribuan jemaah dan Syekher Mania dari berbagai daerah, Habib Syech mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda mendapatkan keuntungan secara instan melalui praktik yang bertentangan dengan nilai agama.

“Sangat penting membangun persaingan usaha secara sehat. Pedagang tidak perlu menjatuhkan atau merendahkan usaha lain untuk mendapatkan pembeli,” tuturnya.

Ia memberikan gambaran tentang seorang pedagang yang sudah memperoleh keuntungan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ketika melihat pedagang lain belum mendapatkan pembeli, dia justru mengarahkan pelanggannya untuk berbelanja di toko tersebut.

“Wahai pelangganku, tokoku sudah kemasukan rezeki yang cukup untuk anak istriku, bahkan lebih, tolong kalian beli di toko si B,” tuturnya, menggambarkan sikap saling membantu antarpedagang.

Menurutnya, semangat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan usaha sehari-hari. ” Jika pelaku UMKM saling mendukung, pertumbuhan usaha tidak harus dilakukan dengan mengorbankan pedagang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim mengatakan, nilai ekonomi syariah juga tercermin dari cara masyarakat mencari dan mengelola rezeki.

“Yang penting adalah value atau nilai, bagaimana kita mencari rezeki yang halal, menjadi pedagang yang jujur, pegawai yang amanah, serta membantu saudara kita melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf,” ujarnya.

Dia menegaskan, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan perbankan dan pembiayaan. Nilai tersebut juga menyangkut perilaku masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

“Dalam konteks FESyar, nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian diharapkan ikut memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi syariah di masyarakat,” pungkasnya. AM@n


 

12

Baca Lainnya