Bangkalan | KLIKKU.ID — Informasi mengenai dugaan permintaan sejumlah uang kepada kepala sekolah di wilayah Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, menjadi perhatian setelah disampaikan Thomas melalui unggahan video pada akun TikTok miliknya.
Dalam video tersebut, Thomas menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi dari beberapa kepala sekolah mengenai adanya oknum yang mengaku sebagai bagian dari LSM yang disebut akan mendatangi sejumlah sekolah.
Menurut Thomas, sekolah yang menjadi sasaran kedatangan tersebut antara lain sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi di wilayah Kecamatan Arosbaya. Ia menyebut, kedatangan tersebut diawali dengan penyampaian sejumlah pertanyaan kepada pihak sekolah dan kemudian, menurut informasi yang diterimanya, berujung pada adanya kesepakatan pembayaran sejumlah uang.
“Saya dapat info dari beberapa kepala sekolah bahwa ada oknum LSM mau turun ke sekolah-sekolah katanya dengan sejumlah orang,” ujar Thomas dalam unggahan videonya. Thomas selanjutnya menyampaikan bahwa salah seorang kepala sekolah disebut telah melakukan transfer uang sebesar Rp300 ribu kepada pihak yang disebut sebagai oknum LSM tersebut.
Ia juga mengaku telah mengantongi struk atau bukti transaksi transfer yang menurut keterangannya berkaitan dengan pembayaran tersebut. Thomas menyebut nama penerima dalam bukti transfer menggunakan identitas berinisial M, dengan nama belakang yang menurutnya memuat unsur “Dian”. “Struk bukti pengirimannya ada di saya,” kata Thomas dalam video tersebut.
Kaitkan dengan Polemik Dana Revitalisasi
Dalam penyampaiannya, Thomas juga mengaitkan informasi tersebut dengan munculnya perhatian sejumlah awak media terhadap pelaksanaan dana revitalisasi sekolah.
Ia menyebut adanya informasi yang beredar mengenai dugaan permintaan persentase tertentu dari dana revitalisasi, yang disebut mencapai 10 persen hingga 11 persen, dari pihak yang mengatasnamakan unsur masyarakat atau LSM.
Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim yang disampaikan Thomas dalam unggahan videonya dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terverifikasi.
Thomas kemudian mempertanyakan apabila benar terdapat pihak yang mengaku sebagai LSM dan meminta sejumlah uang kepada sekolah, karena menurutnya tindakan tersebut berpotensi mencoreng nama baik lembaga swadaya masyarakat secara umum.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya siap menunjukkan bukti transaksi kepada pihak yang ingin mengetahui lebih lanjut melalui komunikasi langsung.
#Anam KLIKKU.ID
