Ekonomi Bisnis Prestasi

Selasa, 29 September 2026 - 19:48 WIB

13 jam yang lalu

logo

Budidaya Kepiting Soka Bawa TTL Raih CSR & PDB Awards 2026

SURABAYA | klikku.id – Budidaya kepiting soka membawa PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meraih penghargaan CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas Program Pemberdayaan Nelayan melalui “Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka” yang menyasar masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional TTL.

Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb. Haeru Rahayu kepada Manager Komunikasi Korporasi TTL Dahlia Permata Sari yang mewakili perusahaan.

Acara berlangsung di Gedung Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Senin (29/9/2026).

Ajang yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) tersebut memberikan apresiasi terhadap program perusahaan yang mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Program budidaya kepiting soka TTL dilaksanakan dalam dua tahap, yakni 2024-2025 dan 2025-2026. Program menyasar kelompok nelayan di Ring 1 TTL, meliputi Kelurahan Romokalisari dan Tambak Osowilangun, Surabaya, serta Kelurahan Tenggulunan, Gresik.

Budidaya dikembangkan menggunakan sistem apartemen kepiting. Selain menyediakan sarana budidaya, TTL memberikan pendampingan dan monitoring secara berkala dengan melibatkan kelompok pembudidaya, masyarakat, pendamping, pemerintah kelurahan, dan perusahaan.

Dampaknya juga diukur melalui evaluasi independen. Pada Tahap I, pengukuran Social Return on Investment (SROI) mencatat total dampak sosial Rp939,075 juta dengan nilai SROI 4,92. Artinya, setiap Rp1 investasi menghasilkan nilai sosial sebesar Rp4,92.

Pengukuran mencakup dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sementara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,73 atau 93,24 dengan mutu kinerja A atau sangat baik.

Memasuki Tahap II, evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemandirian kelompok dalam menjalankan budidaya, pendampingan teknis yang konsisten, serta pengelolaan kualitas air dan sarana yang semakin baik.

Corporate Communication Manager TTL Dahlia Permata Sari mengatakan keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga kemampuan masyarakat melanjutkan manfaat program.

“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu mengambil peran dan melanjutkan manfaat program secara mandiri,” ujarnya.

Menurut Dahlia, TTL akan terus memperkuat kapasitas kelompok, tata kelola usaha, dan pendampingan secara bertahap.

Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Tb. Haeru Rahayu turut mengapresiasi inovasi perusahaan dalam mendukung pengembangan perikanan budi daya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi TTL, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan TJSL berbasis kebutuhan masyarakat, berdampak terukur, serta mendorong kemandirian penerima manfaat. AM@n


 

8

Baca Lainnya