Opini Peristiwa Politik

Selasa, 29 September 2026 - 15:13 WIB

14 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam.

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam.

Kunjungan DPD RI ke Rusia, JAM-HMI Soroti Diplomasi Parlemen dan Penguatan Representasi Daerah

JAKARTA | KLIKKU.ID — Kunjungan delegasi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ke Rusia untuk memantau pelaksanaan Pemilihan Umum Anggota Duma Negara Federasi Rusia September 2026 mendapat perhatian dari kalangan Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI).

Koordinator Pimpinan Nasional JAM-HMI sekaligus Koordinator Nasional SETALI (Sahabat Perjuangan Tamsil Linrung), Abdullah Amas, mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung yang memimpin delegasi Indonesia dalam pemantauan pemilu tersebut.

Menurut Amas, kehadiran delegasi DPD RI di Rusia dapat dilihat bukan hanya sebagai agenda pengamatan pemilu, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi parlemen dan ruang untuk memperluas perspektif lembaga perwakilan daerah terhadap perkembangan demokrasi di negara lain.

“Ini adalah terobosan bagi DPD-RI sebagai otak daerah untuk semakin signifikan mempengaruhi demokrasi Indonesia,” tegas Amas.

Berdasarkan keterangan resmi DPD RI, delegasi yang dipimpin Tamsil Linrung melakukan pemantauan langsung di sejumlah wilayah Rusia, termasuk Moskow. Delegasi mengamati sejumlah tahapan, mulai dari pembukaan tempat pemungutan suara, proses pemungutan dan penghitungan suara hingga penyusunan protokol hasil akhir.

Pemilu Duma Negara Rusia sendiri berlangsung pada 18–20 September 2026. Dalam pemantauan tersebut, Tamsil menyoroti penggunaan teknologi dalam berbagai tahapan demokrasi, termasuk akses pemilih, pengelolaan informasi, pengolahan hasil dan dokumentasi proses pemilu.

Bagi Amas, pengalaman seperti itu penting untuk dibaca dari perspektif Indonesia, terutama karena DPD RI memiliki mandat representasi kewilayahan.

Gagasan tersebut sejalan dengan agenda DPD RI yang dalam berbagai kegiatannya menempatkan aspirasi masyarakat dan daerah sebagai salah satu basis penyusunan rekomendasi legislasi nasional.

Kunjungan ke Rusia juga membuka ruang pembahasan yang lebih luas mengenai posisi lembaga perwakilan daerah dalam hubungan antarparlemen.

Dalam konteks tersebut, diplomasi parlemen tidak hanya berbicara mengenai hubungan antarlembaga legislatif, tetapi juga bagaimana pengalaman dari negara lain dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan tata kelola demokrasi di Indonesia.

Namun, pengalaman pemilu Rusia juga perlu dibaca dalam konteks sistem politik dan kondisi domestik negara tersebut. Laporan sejumlah media internasional mencatat adanya perdebatan mengenai ruang kompetisi politik dalam pemilu Rusia 2026. Karena itu, hasil pengamatan delegasi maupun pembelajaran yang hendak diterapkan di Indonesia tetap membutuhkan kajian sesuai konteks konstitusional dan kelembagaan Indonesia.

Amas melihat kunjungan tersebut sebagai momentum untuk mendorong agar pengalaman internasional tidak berhenti sebagai dokumentasi perjalanan atau laporan kunjungan.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana pengalaman yang diperoleh delegasi dapat diterjemahkan menjadi gagasan, rekomendasi, maupun penguatan fungsi representasi daerah di Indonesia.

Dalam perspektif itu, DPD RI memiliki ruang untuk membawa pengalaman dari forum internasional kembali ke persoalan konkret daerah: penguatan otonomi daerah, partisipasi masyarakat, pemanfaatan teknologi dalam demokrasi, hingga hubungan antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah.

Pada akhirnya, kunjungan delegasi DPD RI ke Rusia dapat menjadi bahan refleksi mengenai bagaimana lembaga representasi daerah membaca perkembangan demokrasi global sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan demokrasi Indonesia.

Bagi JAM-HMI, langkah tersebut menjadi bagian dari diskursus tentang bagaimana suara daerah tidak hanya hadir dalam ruang politik nasional, tetapi juga ikut memperoleh perspektif dari pengalaman demokrasi di tingkat internasional.

Catatan: pernyataan mengenai “terobosan” dan DPD RI sebagai “otak daerah” merupakan pandangan Abdullah Amas/JAM-HMI, bukan penilaian redaksi.

#KLIKKU.ID ANAM

24

Baca Lainnya