Ekonomi Bisnis Pemerintahan Pendidikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:38 WIB

3 hari yang lalu

logo

EJIF 2026 Hasilkan Kesepakatan Investasi Rp2,4 Triliun di Jawa Timur

SURABAYA | klikku.id – East Java Investment Forum (EJIF) 2026 menghasilkan 12 komitmen investasi dengan nilai kesepakatan mencapai Rp2,4 triliun.

Forum yang digelar Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu juga menawarkan puluhan proyek potensial untuk menarik investasi strategis dan berkelanjutan.

Kegiatan pada 1–2 Oktober 2026 di Surabaya tersebut mempertemukan pelaku usaha, calon investor, pemilik proyek, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan.

Investor dari dalam negeri maupun sembilan negara, yakni Inggris, Belanda, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Singapura, dan Malaysia, turut hadir.

Dalam forum bertema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment” itu, sebanyak 28 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) ditawarkan dengan total nilai investasi mencapai Rp73,7 triliun.

Proyek-proyek tersebut mencakup sektor manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan agroindustri. Selain itu, tersedia tujuh kawasan industri atau kawasan ekonomi khusus, 80 aset potensial milik pemerintah daerah, serta sejumlah proyek potensial dari sektor perbankan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk menjaga momentum investasi di Jawa Timur. Menurutnya, investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan.

“Investasi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, namun berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan,” tegas Ibrahim saat memberikan sambutan, Jumat (2/10/2026).

Ia menambahkan, iklim investasi yang kondusif perlu ditopang keberlanjutan fiskal, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat dukungan terhadap investasi. Sektor manufaktur dan pertanian menjadi modal penting untuk menarik penanaman modal ke wilayah tersebut.

“Modal dasar yang kuat, sektor manufaktur dan pertanian, menjadi daya tarik investasi di Jawa Timur,” ujar Emil.

Rangkaian EJIF 2026 juga menghadirkan diskusi panel bersama narasumber dari Danantara Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur.

Diskusi tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia dan Jawa Timur, peran pemerintah dalam mendukung investasi, serta pengalaman pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis di Jawa Timur.

Melalui forum ini, BI dan Pemprov Jatim mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperluas peluang investasi yang berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. AM@n


 

24

Baca Lainnya