Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:38 WIB

7 jam yang lalu

logo

BI Targetkan Pangsa Keuangan Syariah Capai 12–15 Persen pada 2028

SURABAYA | klikku.id – Bank Indonesia (BI) optimistis pangsa pasar keuangan syariah nasional dapat meningkat hingga 12–15 persen pada 2028.

Target tersebut didorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui sejumlah kebijakan strategis.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Yono Haryono menyampaikan hal itu dalam kegiatan Capacity Building Media Gathering bertajuk “Strategic Visioning: Inisiatif Strategis Kebijakan Eksyar” di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026).

Yono mengatakan, perkembangan industri ekonomi dan keuangan syariah menunjukkan tren positif. “Namun, akselerasi masih diperlukan agar sektor tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pangsa pasar Halal Value Chain (HVC) nasional berada di kisaran 25 persen. Dimana sektor pertanian serta makanan dan minuman, menjadi kontributor utama. Sementara pangsa pasar keuangan syariah berada di sekitar 11 persen.

“Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah per Maret 2024 tumbuh 12 hingga 14 persen. Pembiayaan Peer-to-peer Syariah telah menyentuh Rp3,22 triliun dengan tingkat literasi Eksyar 23,3 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah masih menghadapi sejumlah tantangan. “Di antaranya fragmentasi struktur perbankan syariah, keterbatasan inovasi produk, belum optimalnya pembiayaan sektor unggulan, serta infrastruktur Jaminan Produk Halal yang masih perlu diperkuat,” tuturnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BI menyiapkan tiga inisiatif strategis. Yang pertama, memperkuat ekosistem HVC yang terintegrasi untuk mendukung stabilitas harga.

Kedua, merumuskan kebijakan makroprudensial syariah serta mengimplementasikan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) guna meningkatkan pembiayaan.

Ketiga, membangun ekosistem keuangan sosial syariah untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan.

Melalui kebijakan tersebut, BI menargetkan pangsa HVC pada 2028 berada di kisaran 25–28 persen. Ekspor produk halal ditargetkan di atas 3,5 persen, sedangkan sertifikasi halal diharapkan mencapai lebih dari 7 juta produk.

“Di sisi literasi, BI menargetkan tingkat literasi ekonomi dan keuangan syariah meningkat di atas 50 persen. Sementara inklusi keuangan syariah diharapkan mencapai 15–18 persen,” pungkasnya.

Penguatan ekosistem tersebut diharapkan memperbesar kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri ekonomi dan keuangan syariah global. AM@n


 

22

Baca Lainnya