Ekonomi Bisnis Pelayanan Publik Pemerintahan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:23 WIB

8 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto Rigie KLIKKU.ID Surabaya.

Dok gambar foto Rigie KLIKKU.ID Surabaya.

Proyek Pagesangan Pengawas Sebut Arahan DSDABM, U-Gutter Pagesangan Diduga Dipasang di Atas Lumpur Bercampur Sampah

Surabaya | KLIKKU.ID — Pelaksanaan proyek saluran drainase beton pracetak (precast) U-Gutter di Jalan Raya Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya, menjadi sorotan. Proyek yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota Surabaya itu diduga menyimpang dari gambar rencana dan spesifikasi teknis.

Berdasarkan informasi dan kondisi lapangan yang dilaporkan, dasar galian saluran terlihat tergenang air dan berlumpur. Namun, elemen beton U-Gutter disebut tetap dipasang tanpa terlihat adanya lantai kerja atau lapisan rabat beton sebagai alas.

Tak hanya itu, material urugan diduga bercampur lumpur, plastik, serta sampah organik. Proses pemadatan tanah secara berlapis juga dipertanyakan karena pelaksanaannya dinilai belum terlihat meyakinkan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan gambar rencana, Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), Bill of Quantity (BoQ), Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta ketentuan dalam kontrak.

Pengawas Sebut Ada Arahan DSDABM. Sorotan semakin mengemuka setelah muncul keterangan mengenai dugaan adanya arahan dari pihak DSDABM dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Namun, substansi arahan, pihak yang memberikan instruksi, serta konteks pelaksanaannya perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

Apabila benar terdapat perubahan metode kerja dari perencanaan awal, perlu dipastikan apakah perubahan tersebut telah melalui mekanisme teknis yang sesuai, didukung dokumentasi, serta memperoleh persetujuan pejabat berwenang.

Hal ini penting karena pekerjaan drainase tidak cukup hanya dinilai dari terpasangnya beton pracetak. Kualitas dasar saluran, ketepatan elevasi, kemiringan, kondisi alas, pemadatan urugan, dan kualitas sambungan turut menentukan fungsi serta ketahanan konstruksi.

Berpotensi Memengaruhi Kualitas Drainase. Pemasangan U-Gutter di atas dasar yang masih berlumpur berpotensi menyebabkan penurunan atau pergeseran elemen beton apabila kondisi tanah dasar tidak memenuhi persyaratan teknis.

Ketidakseragaman elevasi juga dapat mengganggu kemiringan saluran dan kelancaran aliran air. Sementara itu, urugan yang mengandung material tidak sesuai spesifikasi berisiko mengurangi kestabilan tanah di sekitar konstruksi.

Dampaknya tidak hanya menyangkut umur layanan saluran, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi badan jalan apabila terjadi penurunan tanah atau kerusakan di sekitar area pekerjaan.

Meski demikian, untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran spesifikasi, diperlukan pemeriksaan teknis berdasarkan dokumen kontrak, gambar pelaksanaan, metode kerja, serta hasil pengujian material dan kepadatan tanah.

DSDABM Perlu Memberikan Penjelasan. Atas kondisi tersebut, DSDABM Kota Surabaya perlu memberikan penjelasan mengenai standar teknis yang digunakan dalam pekerjaan saluran U-Gutter di Jalan Raya Pagesangan.

Keterangan dari pejabat pembuat komitmen (PPK), konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, serta pengawas lapangan dibutuhkan untuk menjelaskan apakah pemasangan telah sesuai spesifikasi dan bagaimana pengendalian mutu dilakukan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, perlu dijelaskan pula langkah korektif yang akan ditempuh, termasuk kemungkinan pembongkaran atau perbaikan apabila hasil pemeriksaan teknis menyatakan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan.

Transparansi tersebut penting agar penggunaan anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan dan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

# Rigi KLIKKU.ID

22

Baca Lainnya