Kesehatan Pendidikan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:38 WIB

3 hari yang lalu

logo

Dosen UNIBA & Unitomo Bantu Batik Inklusi Kedungdowo Naik Kelas

SITUBONDO | klikku.id – Rumah Batik Inklusi (RUBI) di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Situbondo, mendapat pendampingan dari dosen Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) dan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Melalui program Kosabangsa 2026, mereka mengenalkan teknologi produksi, pemasaran digital, hingga pengolahan pangan berbahan daun kelor.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menyasar dua mitra, yakni RUBI di Dusun Bengkosabe dan kelompok PKK Desa Kedungdowo. Pendampingan berlangsung melalui pelatihan, praktik, dan pengembangan keterampilan usaha.

RUBI yang dipimpin A. Sujamin Haryadi memiliki 30 anggota, sebagian besar penyandang disabilitas. Selama ini, usaha batik tersebut menghadapi kendala kapasitas produksi, ketahanan warna, keterbatasan motif, dan pemasaran yang masih konvensional.

Tim memperkenalkan mesin pelorot malam untuk membuat proses produksi lebih efektif, aman, dan ergonomis bagi pekerja difabel. Anggota juga mendapat pelatihan teknik pewarnaan, pengembangan motif batik ciprat berciri lokal, serta pemasaran melalui media sosial dan marketplace.

Kapasitas produksi ditargetkan meningkat dari 125 menjadi 400 lembar per bulan, disertai pengembangan 10 motif baru.

“Teknologi, peningkatan keterampilan, dan pemasaran perlu berjalan bersama agar hasil pendampingan dapat memperkuat daya saing produk serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ketua Tim Pelaksana UNIBA Dr. Ikhwanul Qiram, S.T., M.T.

Pendampingan juga menyasar 23 anggota PKK yang dipimpin Purwatiningsih. Mereka dilatih menggunakan mesin jahit digital untuk mengembangkan produk fesyen berbahan batik, menyusun pembukuan sederhana, dan memasarkan produk secara digital.

Selain itu, daun kelor diolah menjadi empat produk pangan, yakni bakso, mi, teh, dan tepung. Pengembangan produk ini sekaligus menjadi sarana edukasi gizi untuk mendukung pencegahan stunting.

Kelompok PKK juga mendapat pendampingan menyusun prosedur tanggap darurat, peta jalur evakuasi, kelompok siaga, serta simulasi menghadapi bencana puting beliung.

Pemerintah Desa Kedungdowo turut mendukung program tersebut dengan kontribusi pendanaan Rp 40 juta. Kepala Desa Kedungdowo Moh. Hafit berharap pendampingan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Setelah program berakhir, pembinaan direncanakan berlanjut melalui pusat studi kewirausahaan kedua perguruan tinggi. Dukungan juga dijajaki dari Dekranasda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BPBD Situbondo. AM@n


 

15

Baca Lainnya