Daerah

Jumat, 4 Februari 2022 - 04:25 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Puluhan mahasiswa gelar demonstrasi Bupati Sampang.
Foto : klikku.net Anaf

Puluhan mahasiswa gelar demonstrasi Bupati Sampang. Foto : klikku.net Anaf

Formasa Nilai Bupati Sampang Gagal Realisasikan Visi Misi Kepemimpinannya

Sampang | klikku.net – Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) menggelar aksi demonstrasi di Depan Kantor Bupati Sampang, Kamis (03/02/2022).

Aksi tersebut ditengarai buah kekecewaan Formasa terhadap Bupati Sampang yang tidak menemuinya saat hendak melakukan audiensi pada Senin (31/01/2022) lalu.

Selain itu, aksi itu merupakan bentuk evaluasi kinerja tiga tahun kepemimpinan Bupati Sampang, H Slamet Junaidi dan Wakil Bupati (Wabup) Sampang, H Abdullah Hidayat, yang punya slogan Sampang Hebat Bermartabat. Pasalnya, selama tiga tahun Bupati dan Wabup memimpin Sampang tidak sesuai dengan visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye.

“Selama tiga tahun memimpin Sampang, Bupati dan Wabup hanya penuh dengan drama dan pencitraan saja,” teriak Arifin, selaku korlap dan juga sebagai Ketua Umum (Ketum) Formasa.

Ia juga menuturkan, Bupati dan Wakil Bupati Sampang selama tiga tahun memimpin dianggap gagal, karena tidak sesuai dengan visi misi nya.

“Kegagalan bisa dilihat dari sektor ekonomi, yang mana ada ketimpangan pendapatan bagi masyarakat. Juga sektor pendidikan,” ucap Arifin.

Ia berharap Bupati Sampang bisa menemui untuk melakukan diskusi terbuka. Bahkan, pihaknya membuka mimbar bebas di lokasi.

“Saya harap bupati hadir dan bisa berdiskusi secara terbuka disini, sudah kami siapkan mimbar bebas,” ajaknya.

Namun, orang nomor wahid di Kabupaten Sampang, yang diharapkan tidak bisa menemui demonstran. Lantaran, pria yang akrab disapa H Idi itu sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota.

“Bapak Bupati sedang ada kegiatan dinas ke luar kota dan kami tidak bisa menentukan kapan bupati balik,” ujar Anang Djunaidi S, Kepala Bakesbangpol saat menemui para mahasiswa di depan pintu masuk kantor Bupati Sampang.

Mendapat jawaban dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Sampang, mahasiswa tidak percaya dan tetap bertahan dan berorasi sembari menunggu Bupati, beberapa menit kemudian H. Abdullah Hidayat Wakil Bupati Sampang, datang menemui pendemo untuk mendengar pembacaan tuntutan dari mahasiswa.

Formasa juga menyodorkan map yang berisi beberapa tuntutan yang harus ditandatangani oleh Wabup. hal itu memicu situasi memanas lantaran mahasiswa mendesak Wabup atas jawaban dari tuntutan tersebut.

“Saya tidak bisa memutuskan terkait rakyat ini secara pribadi, oleh sebab itu kami minta waktu untuk membahas dengan pemerintah,” kata H Ab panggilan akrab wakil Bupati Sampang.

Mendapat jawaban dari Wabup, para demonstran membubarkan diri samberi melontarkan ancaman akan melakukan aksi serupa ke pendopo Wabup jika tuntutan tersebut tidak segera ditanggapi. “Jika tidak ada jawaban, kami akan datang ke pendopo Wabup,” teriaknya.

Diketahui, hasil kajian Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) yang menjadi tuntutan pendemo saat ini diantaranya, berisi tentang, tingginya angka putus sekolah, Rombel, ASN rangkap jabatan, tidak ada lapangan kerja, kurangnya pendampingan ekonomi kreatif, gagal mendatangkan investor, infrastruktur amburadul, minimnya pendampingan terhadap UMKM, kemandirian desa hanya sebatas data tapi tidak sesuai fakta, di transparansi data berbasis IT hanya omong belaka, ketimpangan pendapatan masyarakat, Bansos dikorupsi, keadilan proaktif tidak diberikan dan yang terakhir Pemkab gagal melaksanakan Pilkades.


Editor : Anam

Reporter : Anaf

688

Baca Lainnya