Ekonomi Bisnis Nasional

Rabu, 16 November 2022 - 08:08 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Dapat Suntikan Modal, PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) Luncurkan Layanan QRIS

Surabaya | klikku.net – Presdir Maspion Group Alim Markus mengumumkan bahwa PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) akan kembali melepas sahamnya kepada investor asal Thailand, Kasikorn Vision Financial Company Pte, Ltd (KVF).

Menurut Alim Markus, ini sesuai dengan rencana bisnis BMAS, yang kinerjanya terus meningkat setiap tahun.

“KVF selaku unit bisnis milik grup raksasa Kasikorn Bank (KBank), telah mendapat persetujuan dari OJK untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali, dan meningkatkan sahamnya hingga 67,5% di BMAS,” ujarnya, Selasa (15/11).

“Dengan ini, BMAS dapat melepas saham baru melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (HMETD II- Right Issue) sebesar 4,176 milyar saham baru. Dengan jumlah dana hasil HMETD II sebesar Rp1,7 trilyun. Sehingga pada bulan Desember ini, modal inti Bank Maspion akan menjadi Rp3,1 triliun. Ini sebagai syarat minimal sebagai bank umum,” ungkap Alim Markus, didampingi CFO Maspion Group Welly Mulyawan, Direktur Marketing Bank Maspion Theresia Endah W, dan Direktur Kepatuhan Bank Maspion Iis Herijati.

Nantinya, dana hasil Right Issue akan dimanfaatkan sebesar 65% untuk penyaluran kredit, 25% untuk pengembangan TI atau digital, 5% untuk pengembangan SDM, dan 5% lainnya untuk perluasan jaringan.

Di tempat yng sama, Iis Herijati berharap hal ini dapat memberikan akses yang lebih luas, pada layanan jasa perbankan oleh perseroan, kepada investor-investor Thailand yang telah melaksanakan investasinya di Indonesia.

“Kami juga berharap, kolaborasi ini dapat mendukung perseroan, untuk memiliki fondasi yang kuat dalam rangka menyediakan produk dan layanan yang inovatif dan kompetitif pada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Theresia Endah, dengan penambahan modal ini, maka BMAS akan dapat memenuhi perkembangan layanan digital dunia perbankan. Serta mampu meningkatan delivery channel, khususnya fitur mobile dan internet banking.

“Saat ini, kami telah mendapat persetujuan QRIS dari OJK dan BI, untuk layanan berbasis QRIS. Ini akan mempermudah nasabah untuk bertransaksi menggunakan QRIS BMAS,” terangnya.

Sementara itu, Welly Mulyawan mengatakan bahwa Bank Maspion merupakan bank milik Grup Maspion yang berbasis di Surabaya.

“Memiliki 698 karyawan dan 46 kantor jaringan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Sampai dengan periode 31 Desember 2021, emiten bank bersandi BMAS ini, telah membukukan laba bersih Rp 80,16 miliar, dengan laba operasional Rp 100,71 miliar. Adapun, total aset perusahaan mencapai Rp 14,23 triliun yang terdiri dari liabilitas Rp 12,90 triliun dan ekuitas Rp 1,33 triliun,” pungkasnya. @Nto tze


 

1032

Baca Lainnya