Surabaya | klikku.net – Untuk mencegah terjadinya bentrok antar anggota perguruan pencak silat, Polrestabes Surabaya gelar Deklarasi Pendekar Wani Jogo Suroboyo, Minggu (8/1).
Kegiatan ini, sebagai bentuk pernyataan sikap dan kesiapsiagaan warga pesilat Surabaya, untuk selalu menjaga kondusifitas Kota Surabaya.
Mewakili Kapolrestabes Surabaya, Wakasat Binmas Kompol Achmadi menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan deklarasi guna menciptakan situasi Kota Surabaya yang aman damai.
“Setiap hari, telah dilakukan latihan bersama antar perguruan silat di halaman Polrestabes Surabaya, secara bergantian. Dengan tujuan agar terjalin kondusifitas antar Perguruan Silat di Kota Surabaya,” ujarnya.
“Dengan deklarasi ini, semoga seluruh Ketua Perguruan Silat di Surabaya, dapat membimbing seluruh Warga Pesilat untuk guyub rukun dan damai,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, juga dibacakan Deklarasi Para Ketua Perguruan Silat Kota Surabaya dipimpin Ketua Harian IPSI Kota Surabaya, Boyke S.
Isinya merupakan kesepakatan antar ketua pencak silat itu yakni, menyesalkan dan menyayangkan terjadinya bentrok warga pesilat di Kota Kediri dan Bojonegoro beberapa hari lalu.
Para ketua perguruan silat Kota Surabaya siap membimbing warga pesilat, untuk patuh dan menghormati hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Para ketua perguruan silat Kota Surabaya juga diharapkan mampu mengajak seluruh warga pesilat untuk menjaga keamanan Kota Surabaya yang guyup, rukun dan damai.
“Harapannya, dengan adanya deklarasi ini, Kota Surabaya aman. Dan Pendekar Wani Jogo Surabaya dapat menciptakan situasi kamtibmas kota Surabaya aman, damai dan kondusif,” pungkas Boyke. @Nto tze
