Ekonomi Bisnis Internasional Nasional

Selasa, 30 Juli 2024 - 15:15 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Emil Dardak Soroti Tantangan dan Solusi Ketahanan Pangan di Indonesia pada ICAS 13

Surabaya | klikku.net – Dalam diskusi roundtable pada The International Conference of Asia Scholars (ICAS) ke-13, dengan tajuk East Java and the Efforts of Improving Food Security in the region: Prospects, Challenges, and Its Future.

Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Emil Elestianto Dardak, yang hadir sebagai salah satu nara sumber, menyoroti tantangan dan peluang dalam industri pangan Indonesia.

Menurutnya, meski Indonesia telah mencapai status sebagai negara berpendapatan menengah-keatas dengan peningkatan ketahanan pangan, masalah kekurangan nutrisi tetap tinggi.

Pada diskusi ini, dia juga menyoroti terkait permasalahan di Industri pertanian dan peternakan. “Industri peternakan seperti ayam broiler, memang dapat memproduksi pangan dengan lebih efisien. Namun, juga membutuhkan modal yang besar karena melibatkan teknologi dan hanya bisa berjalan pada skala tertentu”, ujarnya.

Emil juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi industri peternakan dan pertanian. Khususnya terkait dengan akses modal bagi para pemuda yang ingin berinovasi di sektor agrikultur.

“Pemuda memiliki banyak inovasi. Namun mereka kesulitan mengakses modal, yang menjadi kunci utama. Pertanyaannya adalah, apakah kita akan mensubsidi mereka, dengan mengekstrak lebih banyak sumber daya dari masyarakat,” ujar Emil Dardak dalam diskusi di Majapahit Hall, ASEEC Tower, Kampus B Dharmawangsa, Universitas Airlangga (Unair), pada Selasa (30/7).

Diskusi ini juga mengungkap fakta, bahwa makanan yang berdampak baik pada masyarakat, justru berasal dari para petani-petani kecil. Sementara makanan yang telah diproses (processed food), justru memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Untuk itu, Emil menekankan pentingnya merumuskan roadmap pertanian, yang mempertimbangkan keseimbangan antara mendukung petani kecil dan inovasi di sektor pangan.

“Sebagai mantan pejabat pemerintah. Saya merasa pentingnya mendukung petani kecil, dalam menyediakan sumber protein dan pangan sehat. Ini adalah bagian dari mencari diet yang tepat untuk masyarakat,” tuturnya.

Emil berharap diskusi ini dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan kebijaksanaan, mengenai diet yang tepat dan berkelanjutan. Derta bagaimana memberdayakan petani kecil dalam produksi pangan.

Ia juga mengapresiasi ICAS sebagai forum internasional, yang memberikan wawasan berharga bagi peningkatan ketahanan pangan di Indonesia.

“Semoga diskusi tentang ketahanan pangan ini dapat ditindaklanjuti. Agar mendapatkan wisdom tentang the right diet, yang harus masyarakat konsumsi. Termasuk salah satunya mencari sumber protein yang sebenarnya bisa diproduksi oleh petani-petani kecil.

“ICAS adalah konferensi yang luar biasa. Kita bangga bisa menjadi tuan rumah yang sukses. Karena ini kan konferensi tingkat internasional. Semoga diskusi ini membawa manfaat besar bagi ketahanan pangan kita,” pungkasnya.


@Man

153

Baca Lainnya