Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Kamis, 22 Agustus 2024 - 19:02 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Meski Hadapi Banyak Tantangan, Ekonomi Jawa Timur Diprediksi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun

Surabaya | klikku.net – Meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ekonomi Jawa Timur diperkirakan tetap solid hingga akhir tahun 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan II 2024 mencapai 4,98 persen (yoy), dan tumbuh 2,87 persen secara kuartal (q to q).

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, kondisi ekonomi di Jawa Timur hingga akhir tahun masih berada di jalur yang tepat.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur hingga akhir tahun, akan berada pada kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy),” ujarnya, saat kegiatan media briefing bertajuk “Penguatan Sinergi Menjaga Stabilitas dan Momentum Peningkatan Kinerja Ekonomi Jatim”, di Surabaya, Kamis (22/8).

Erwin menjelaskan, faktor domestik seperti permintaan dalam negeri yang kuat dan perbaikan hubungan dagang dengan mitra luar negeri. Serta panen yang maju di awal triwulan kedua, menjadi pendorong utama stabilitas ekonomi Jawa Timur.

Meski begitu, ia juga mengingatkan tentang sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi stabilitas ini. Termasuk pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia dan pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Di sektor jasa keuangan, Direktur Pengawasan Prilaku PUJK Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur, Dedy Patria menyampaikan, bahwa industri jasa keuangan di Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan yang positif dan diperkirakan akan tetap stabil hingga akhir tahun.

“Penghimpunan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit tumbuh masing-masing sebesar Rp56,8 triliun (7,81 persen) dan Rp29,4 triliun (5,30 persen) per Juni 2024, dengan rasio NPL terkendali di angka 3,24 persen,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti peningkatan dalam sektor-sektor lain, seperti asuransi, dana pensiun, industri pembiayaan, serta jumlah emiten di Jawa Timur, yang mencapai 54 perusahaan per Juni 2024.

Bahkan, pembiayaan fintech tercatat tumbuh 32,66 persen (yoy) dengan nilai Rp8,59 triliun. Pergadaian swasta dan lembaga keuangan mikro juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing 24,68 persen dan 6,94 persen (yoy).

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan inklusi keuangan, OJK terus mengoptimalkan produk simpanan dan kredit. Termasuk memperluas akses keuangan syariah dan mendorong inklusi keuangan di pondok pesantren.

“Kami berharap peran aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Agar pengembangan keuangan inklusif di daerah pedesaan bisa dilakukan secara masif,” pungkasnya.


@Man

1301

Baca Lainnya