Surabaya | klikku.id – Antangin Bromo KOM 2025, event bersepeda tanjakan yang menjadi ikon sport tourism Jawa Timur, kembali digelar dengan penuh semangat.
Sebanyak hampir 1.500 pesepeda dari 113 kota di 26 provinsi, serta 19 negara, bersiap menaklukkan rute menantang sejauh 94,5 km menuju Puncak Wonokitri di kawasan Gunung Bromo.
Event yang sudah berjalan selama 11 tahun ini semakin diminati. Selain menjadi “kenduri” tahunan bagi penghobi sepeda, kompetisi ini juga menjadi ajang serius bagi atlet muda berbakat untuk unjuk gigi.
Kategori Men dan Women Under 29 yang baru ditambahkan sejak Mainsepeda Trilogy 2024 sukses menarik perhatian cyclist muda, dengan total 94 peserta tahun ini.
Salah satu peserta muda yang menjadi sorotan adalah Euric Fadhilah, pembalap berusia 17 tahun asal Malang yang telah dua kali mengikuti Bromo KOM. Ada juga debutan seperti Lunna Amalia (16) dari ISSI Bali dan Aligya Keiko Hendranata (16), yang menjadikan event ini sebagai langkah awal menuju karier profesional.
Rute Antangin Bromo KOM menawarkan tanjakan sepanjang 25 km dengan elevasi mencapai 2.000 meter dan gradien rata-rata belasan persen, menjadikannya salah satu rute paling menantang di Indonesia. Tidak hanya fisik, mental juga diuji dalam perjalanan ini.
“Kami bangga melihat antusiasme yang terus meningkat, terutama dari peserta muda. Pendaftaran yang habis dalam dua jam adalah bukti kuat bahwa Bromo KOM memiliki tempat istimewa di hati cyclist,” ujar Azrul Ananda, Founder Mainsepeda.
Sebagai sponsor utama, Antangin tidak hanya menjadi pendukung finansial, tetapi juga penyemangat para cyclist dengan kampanye “Pejuang Pantang Tumbang”.
Produk herbal ini menemani peserta dalam perjalanan mereka, termasuk melalui “tempurangin”, seduhan teh hangat bercampur Antangin JRG yang selalu menjadi favorit di pitstop dan garis finis.
Acara ini didukung oleh berbagai mitra seperti Kapal Api, KAI, MPM Honda, dan lainnya, yang bersama-sama menjadikan Antangin Bromo KOM 2025 sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh kebersamaan dan semangat juang.
Dari atlet muda hingga penghobi, semua sepakat, menaklukkan Bromo adalah pengalaman tak terlupakan yang patut dirayakan setiap tahun.
@Man
