SURABAYA – Setelah sukses menyelenggarakan cabang olahraga tarung derajat dalam ajang Porprov Jatim IX 2025, Pengprov KODRAT Jawa Timur langsung tancap gas menyiapkan langkah berikutnya. Ketua Umum KODRAT Jatim, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyatakan kesiapan Jawa Timur untuk melangkah lebih jauh ke pentas nasional.
Menurut Bambang, Porprov telah menjadi ajang penting untuk menjaring bibit unggul. Para atlet yang tampil menunjukkan kualitas yang menjanjikan dan menjadi dasar penyusunan program jangka menengah hingga panjang.
“Porprov menjadi bagian penting dari proses regenerasi. Dari sini, kami akan memilih atlet yang akan dipoles lebih lanjut melalui pemusatan latihan,” ujar Bambang, Sabtu (5/7).
Ia menegaskan bahwa KODRAT Jatim akan segera menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) sebagai wadah pembinaan dan seleksi. Atlet yang masuk dalam tim inti akan dipersiapkan menghadapi PON Beladiri di Kudus pada Oktober 2025, serta diproyeksikan untuk PON 2028 di NTB dan ajang internasional lainnya.
“Puslatda tidak hanya mematangkan teknik dan fisik, tapi juga mental. Kami ingin atlet yang benar-benar siap secara utuh,” ucapnya.
Menariknya, selain fokus pada tim utama, Bambang juga menekankan pentingnya membentuk tim pendamping. Baginya, pelapis memiliki peran strategis untuk menjaga keberlangsungan prestasi.
“Tidak boleh ada kekosongan generasi. Tim pendamping adalah cadangan emas yang harus dibina sejak dini,” tambahnya.
Dengan skema pembinaan yang berlapis dan berkelanjutan, Bambang menyatakan optimismenya bahwa Jawa Timur memiliki peluang besar untuk menjadi juara umum di PON mendatang. Ia percaya, dengan disiplin dan semangat juang para atlet, target itu bukan sekadar harapan.
“Kalau semua berjalan sesuai rencana, kita bukan hanya siap bersaing, tapi juga bisa jadi yang terbaik,” tegasnya.
KODRAT Jatim kini memasuki fase penting, di mana konsistensi pembinaan dan keseriusan dalam pemilihan atlet akan sangat menentukan arah prestasi tarung derajat ke depan.
