Sosial

Sabtu, 19 Juli 2025 - 10:09 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Aksi Heroik Nelayan Selamatkan Korban Kapal Tenggelam, Bambang Haryo Beri Penghargaan

Banyuwangi – Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menampilkan kisah luar biasa dari para nelayan lokal yang bergerak cepat menyelamatkan nyawa sesama. Atas aksi heroik tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, memberikan penghargaan langsung kepada 14 nelayan yang terlibat dalam evakuasi para korban.

Dalam acara yang digelar di Pelabuhan ASDP Ketapang, Jumat (18/7/2025), Bambang menyerahkan bantuan berupa uang tunai antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta, serta paket sembako kepada masing-masing nelayan.

“Mereka ini bukan hanya nelayan, mereka adalah pahlawan kemanusiaan. Tindakan cepat dan berani yang mereka lakukan layak dihargai dan diabadikan,” ujar Bambang dalam keterangannya.

Ia menilai para nelayan telah menunjukkan kepedulian dan keberanian luar biasa, melampaui tugas dan peran mereka sehari-hari. Oleh karena itu, ia juga berencana menyampaikan kepada Basarnas agar para nelayan tersebut dapat dijadikan bagian dari jaringan penyelamat resmi.

“Kalau mereka dibekali pelatihan dan masuk sistem SAR nasional, saya yakin penyelamatan di laut bisa jauh lebih cepat dan efisien,” tambahnya.

Lukman Hakim, salah satu nelayan penerima penghargaan, menceritakan detik-detik saat dirinya menemukan korban pertama. Saat itu ia tengah memancing dini hari dan mendengar teriakan dari kejauhan. Berbekal senter di kepalanya, ia menyusuri gelapnya laut hingga menemukan seorang pria mengenakan pelampung dalam kondisi lemas.

“Saya langsung tolong dia dan terus cari korban lainnya. Saya dapat lima orang. Karena perahu kecil, saya buang ikan hasil pancingan supaya bisa muat korban,” tutur Lukman.

Tak berselang lama, kabar tenggelamnya kapal menyebar cepat di kalangan nelayan. Saifullah, nelayan lain asal Ketapang, turut turun ke laut begitu mendengar informasi dari anaknya yang bekerja di pelabuhan. Ia mengerahkan perahunya bersama seorang rekan dan berhasil mengevakuasi korban dari sekoci penyelamat.

“Kami bawa total 15 korban, sebagian sudah tidak bernyawa. Tapi kami lakukan yang terbaik. Waktu itu kami hanya berpikir menyelamatkan siapa pun yang bisa kami temukan,” kata Saifullah.

Menurut Bambang, kisah para nelayan ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan penyelamatan tidak hanya bergantung pada institusi, tetapi juga partisipasi masyarakat. Ia mengusulkan agar ke depan nelayan dibekali pelatihan khusus penyelamatan laut dan peralatan yang memadai.

“Di tengah keterbatasan, mereka tetap memilih membantu. Ini modal sosial yang sangat besar bagi bangsa kita,” pungkasnya.

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya memang menyisakan luka, namun keberanian para nelayan menunjukkan bahwa harapan dan solidaritas masih hidup di tengah masyarakat. Sebuah pengingat bahwa pahlawan sejati bisa muncul dari mana saja, bahkan dari gelombang laut yang paling sunyi.

131

Baca Lainnya