Sosial

Jumat, 8 Agustus 2025 - 08:44 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Pencak Silat Surabaya Kuasai Kejurprov, Target Lebih Tinggi di Porprov 2027

Surabaya – Tim pencak silat Kota Surabaya kembali membuktikan diri sebagai kekuatan utama di Jawa Timur. Dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tahun ini, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 5 medali emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menegaskan dominasi Surabaya di atas kontingen lain.

Ketua Umum IPSI Surabaya, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan pelatih yang sudah bekerja keras. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti pembinaan yang konsisten, sekaligus momentum untuk mempersiapkan generasi penerus.

“Atlet senior yang sudah waktunya naik level akan kami dorong ke Puslatda sebagai persiapan PON. Regenerasi ini penting agar prestasi tetap terjaga,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

BHS juga menegaskan perlunya dukungan dari pemerintah kota. Ia berharap bonus yang dijanjikan segera direalisasikan oleh Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah dan Wali Kota Eri Cahyadi. “Saya sudah memberi apresiasi pribadi, tapi bonus resmi itu yang paling ditunggu atlet dan pelatih,” kata BHS.

Meski perolehan emas belum memenuhi target internal IPSI yang mematok 6 emas, raihan tersebut melampaui target KONI yang hanya menargetkan 4 emas. BHS optimistis, pada Porprov 2027 di Surabaya, pencak silat bisa meraih hasil maksimal.

Ketua KONI Surabaya, Hoslih Abdullah, menjamin bonus atlet akan segera dicairkan dengan nominal lebih besar dibanding kabupaten/kota lain di Jawa Timur. “Kalau daerah lain Rp40 atau Rp60 juta, Surabaya akan memberi lebih. Ini bentuk penghargaan mempertahankan juara umum,” ujarnya.

Hoslih menargetkan cabang pencak silat bisa merebut 7 hingga 9 emas pada Porprov 2027 dan menjadi salah satu andalan menuju PON 2028.

Salah satu peraih medali emas, Dicky Chandra Kurniawan, mengungkap bahwa disiplin latihan menjadi kunci suksesnya. Selama persiapan, ia rutin berlatih dua jam per hari, diawali lari untuk pemanasan lalu teknik sebagai fokus utama.

“Persaingan ketat, terutama di final. Tapi berkat persiapan panjang, semua bisa dilalui,” ucapnya.

Dicky yang memulai karier pencak silat sejak kelas 1 SMA kini bersiap menghadapi ajang nasional dan PON bela diri. “Harapannya, bisa membawa nama baik Surabaya di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

174

Baca Lainnya