Ekonomi Bisnis Pariwisata Pemerintahan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:49 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Lewat JCFF 2025, BI Jatim Dorong Kopi, Cokelat, dan Rempah, Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Surabaya | klikku.id – Kopi, cokelat, dan rempah bukan lagi sekadar komoditas warisan nusantara. Ketiganya, kini didorong menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Hal itu tampak dalam gelaran Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2025, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, di Kawasan Kota Lama Surabaya, 23–25 Agustus.

Festival ini merupakan transformasi dari Java Coffee Culture (JCC) yang sudah digelar sejak 2022. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, fokus pada kopi. Tahun ini, JCFF 2025 diperluas menjadi etalase komoditas potensial ekspor lain, yakni cokelat dan rempah.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang dipusatkan di Jalan Tunjungan, yakni pusat Kota Surabaya.

Tahun ini, gelaran JCFF 2025 difokuskan ke kawasan Kota Lama Surabaya. Pemilihan lokasi ini, bukan tanpa alasan. Sebab Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur,  bersama Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, sekaligus ingin mengangkat kawasan bersejarah itu sebagai ikon wisata baru.

Museum De Javasche Bank pun, menjadi latar penting untuk menegaskan branding tersebut.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, yang hadir di acara penutupan pada Senin (25/8/2025) malam, menekankan pentingnya mendorong komoditas unggulan lokal di tengah terbukanya pasar global.

“Jawa Timur adalah produsen utama kopi Jawa, dengan kontribusi 48 persen. Selain itu, Jatim juga menjadi pusat perdagangan dan pintu ekspor strategis sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi capaian ini. Menurutnya,  kopi, cokelat, dan rempah punya peluang besar untuk menjadi komoditas unggulan ekspor.

“Lewat JCFF, kita dorong agar potensi ini semakin dikenal dunia. Sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, juga diluncurkan QRIS Tap. Yakni inovasi pembayaran digital terbaru, yang memungkinkan transaksi tanpa perlu memindai kode QR.

Festival tiga hari itu benar-benar meriah. Rangkaian acaranya beragam, mulai dari business matching, pameran UMKM, talkshow, workshop, lomba, fashionpreneur, hingga fashion show.

Tak kurang dari 60 UMKM binaan BI se-Jawa, serta UMKM Pemkot Surabaya ikut tampil. Antusiasme masyarakat pun tinggi, lebih dari 31 ribu pengunjung hadir, baik luring maupun daring.

Dari sisi bisnis, JCFF mencatatkan transaksi spektakuler. Nilai perdagangan dan pembiayaan dalam business matching tembus Rp107 miliar. Angka itu melonjak tajam dibanding capaian tahun lalu, yang hanya Rp29 miliar.

Dengan capaian tersebut, JCFF 2025 diharapkan tak hanya memperkuat peran kopi, cokelat, dan rempah sebagai sumber ekonomi baru.

Tetapi, juga mempromosikan Kota Lama Surabaya, sebagai destinasi wisata sejarah yang hidup dan berkelanjutan. @Man


 

67

Baca Lainnya