Ekonomi Bisnis Nasional Pemerintahan

Senin, 15 September 2025 - 13:09 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Dorong Produktivitas dan Pembiayaan Pertanian, BI Gelar Rakorwil Jawa

Surabaya | klikku.id – Bank Indonesia (BI) menginisiasi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Jawa, bertema “Mendorong Penguatan Skema Pembiayaan untuk Akselerasi Produktivitas Sektor Pertanian dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan”.

Pertemuan berlangsung Kamis (11/9/2025) di Surabaya, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan nasional maupun daerah.

Kegiatan ini digelar BI bersama Kemenko Perekonomian, Kemenko Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rakorwil dihadiri Sekretaris Daerah/Asisten Daerah bidang Perekonomian, Perum Perhutani, dinas pertanian se-Jawa, perbankan, serta pelaku usaha.

Pembahasan fokus pada peluang dan tantangan sektor pertanian di Jawa, mulai dari ekstensifikasi, intensifikasi, hingga pembiayaan. Diskusi juga memperkaya materi dengan lesson learned dari seluruh provinsi di Pulau Jawa.

Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menekankan pentingnya penguatan produktivitas, terutama pada komoditas padi, jagung, dan tebu.

“Peningkatan produksi memerlukan dukungan pembiayaan dan perlindungan lahan agar keberlanjutan pangan terjaga,” katanya.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kemenko Pangan, Kus Prisetiahadi, menyoroti perlunya ketersediaan pupuk bersubsidi dan irigasi memadai untuk mencapai swasembada pangan.

Sementara Sekretaris Deputi Kemenko Perekonomian Muhammad Saifulloh melaporkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa per 31 Agustus 2025 mencapai Rp88,54 triliun atau 49,18% dari capaian nasional.

“Wilayah Jawa menjadi motor utama penyaluran KUR, terutama di sektor produksi yang mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Dewi Sagita Pranata dari OJK menambahkan, pihaknya telah menerbitkan POJK No.19/2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM bagi bank dan lembaga keuangan non-bank. Aturan ini diharapkan mendorong peningkatan pembiayaan untuk sektor pertanian.

Rakorwil menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain:

  1. Menjaga luas lahan pertanian melalui Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
  2. Optimalisasi lahan tidur, termasuk aset Perhutani.
  3. Regenerasi petani lewat program Petani Milenial yang didukung sarana-prasarana dan teknologi digital.
  4. Penguatan kelembagaan petani dan literasi keuangan.
  5. Dukungan perbankan melalui pembiayaan dengan bunga kompetitif.

Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan komitmen pembiayaan perbankan kepada pelaku usaha pertanian, kerja sama agroforestri antara PT Sinergi Gula Nusantara dan Perum Perhutani, serta bantuan peningkatan produktivitas dari BI kepada kelompok tani.

Langkah ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, dan mitra strategis lainnya. @Man


 

113

Baca Lainnya