Bangkalan | klikku.id – Langkah mengejutkan datang dari kubu Ma’ruf alias Makrub yang telah melaporkan salahsatu pimpinan DPRD atas kasus dugaan kekerasan penjambakan di Gedung Kantor DPRD Bangkalan beberapa hari kemarin. Upaya pembelaan dan solidaritas yang selama ini diberikan oleh rekan-rekan media serta beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) justru berujung pada rasa kecewa.
Pasalnya, kubu Makrub diduga telah melakukan proses Restoratif Justice (RJ) secara diam-diam tanpa sepengetahuan maupun koordinasi dengan kuasa hukum Madura Asli (MADAS).
“Pembelaan yang dilakukan oleh teman-teman media dan teman-teman LSM kita ini sampai di Polda Jatim, ternyata dari kubu Ma’ruf telah melakukan RJ secara diam-diam tanpa melalui kuasa hukum MADAS,” ungkap Abdussalam Kabhertana.
Dari internal MADAS. Wakil Ketua MADAS Zain, menilai bahwa secara hukum, pelaksanaan Restoratif Justice memang diakui dan dijunjung tinggi sebagai bagian dari penyelesaian perkara secara damai. Namun, menurutnya, langkah tersebut tetap harus ditempuh dengan menjunjung etika dan profesionalitas hukum.
“Secara hukum, RJ itu sah dan dijunjung tinggi. Tapi etika tetap harus dipakai. Kalau dari awal sudah menunjuk kuasa hukum si A, maka proses apapun yang berjalan harus satu pintu melalui si A,” tegas Zain.
Sorotan serupa juga disampaikan Abah Hasyim, salah satu tokoh senior dan sesepuh di lingkungan aktivis dan LSM Bangkalan. Ia menyayangkan langkah sepihak yang dilakukan kubu Ma’ruf tanpa koordinasi dengan pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungan moral maupun advokasi.
“Kalau Makrub melakukan RJ tanpa memberitahu teman-teman, khususnya para sesepuh yang selama ini membela dirinya, ya artinya kita tidak menuntut apa pun darinya. Ini bentuk solidaritas kita sebagai teman-teman LSM dan media terhadap kasus kekerasan yang menimpa dirinya,” tutur Abah Hasyim.
Ia menegaskan, dukungan yang diberikan selama ini tidak dilandasi kepentingan pribadi atau politik, melainkan murni atas dasar solidaritas kemanusiaan dan profesi sejalan sebagai aktivis.
“Menurut saya pribadi, kita bersolidaritas bukan karena siapa Makrub, tapi karena dia teman dan satu profesi. Maka dari itu, kalau ada RJ atau langkah apapun, seharusnya dikomunikasikan dengan tokoh-tokoh, senior, atau ketua. Kalau tidak, ya belum bisa disebut ada titik temu meskipun RJ sudah berjalan,” pungkas Abah Hasyim.
Langkah diam-diam yang dilakukan kubu Ma’ruf ini kini menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis Bangkalan. MADAS disebut tengah menunggu klarifikasi resmi untuk memastikan kejelasan arah proses hukum yang kini berpotensi memasuki babak baru.
(Anam)
