Olahraga Peristiwa

Senin, 3 November 2025 - 08:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Sinlui Kawin Gelar Lagi Setelah 10 Tahun di Final Honda DBL 2025 East Java

SURABAYA | klikku.id – Akhirnya, penantian panjang itu berakhir. Setelah satu dekade, SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui) kembali sukses kawin gelar di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java Series.

Tim putra dan putri mereka sama-sama tampil sebagai juara dalam final yang digelar megah di DBL Arena, Minggu (2/11).

Lebih dari 60 ribu penonton, baik offline maupun online, menjadi saksi kebangkitan Sinlui. Terakhir kali, sekolah legendaris itu mengawinkan gelar juara putra dan putri pada musim 2015.

Laga final putri mempertemukan dua raksasa basket pelajar Surabaya: Sinlui dan SMA Gloria 1. Pertarungan berlangsung sengit sejak awal. Suporter kedua kubu pun tampil total, bahkan pendukung Sinlui datang dengan kepala plontos sebagai bentuk solidaritas.

Akhirnya, Sinlui berhasil menuntaskan dendam lama dengan menaklukkan Gloria 1 lewat skor 49–42. Gelar ini bukan hanya spesial karena menghentikan dominasi Gloria yang lima kali juara beruntun, tapi juga menandai trofi ke-6 bagi tim putri Sinlui, menjadikan mereka sekolah dengan koleksi juara terbanyak di DBL East Java.

Sementara di final putra, Sinlui tampil perkasa menghadapi kuda hitam SMA Surabaya Cambridge School (SCS). Sejak kuarter pertama, Nicholas Kenzo Wiyanto dkk. memimpin dan tak memberi celah bagi SCS. Laga ditutup dengan skor meyakinkan 61–34.

Dengan hasil ini, Sinlui resmi kawin gelar lagi, prestasi yang terakhir mereka raih 10 tahun lalu.

Dominasi Sinlui makin sempurna dengan sapuan penghargaan Honda Most Valuable Player (MVP). Nicholas Kenzo Wiyanto terpilih sebagai MVP putra, sementara Joanne Giovanni dinobatkan sebagai MVP putri.

Gelaran DBL tahun ini kembali mendapat apresiasi luas, tak hanya dari pelajar tapi juga dari para orang tua. Mereka diberi kesempatan mendampingi anak-anaknya saat pemanggilan starting line-up, tradisi unik yang menjadi ciri khas DBL.

Jeanny Tanoto, ibu dari pemain Sinlui Bentley Leopold Halim, mengaku bangga bisa terlibat langsung.

“Bertanding di DBL itu mimpi anak muda Indonesia. Saya berharap suatu hari nanti bisa melihat cucu saya main di sini,” ujarnya.

Sementara Yudhi Sasongko, ayah dari pemain SCS Justin Cleine Sasongko, menilai DBL berhasil menanamkan nilai tanggung jawab dan loyalitas pada anak-anak. “DBL bukan cuma soal basket, tapi juga soal karakter,” tegasnya.

Selain penentuan juara, final juga menjadi ajang pengumuman penghargaan untuk best dance, best supporter, best mascot, dan first serta second team.

Para pemain terbaik itu akan mendapat kesempatan ikut DBL Camp, pusat pelatihan basket pelajar terbesar di Indonesia, bekerja sama dengan World Basketball Academy (WBA) Australia.

Dari sana, talenta terbaik akan diseleksi masuk DBL Indonesia All-Star yang mendapat privilege langka: terbang ke Amerika Serikat untuk pelatihan dan kompetisi basket internasional. @Man


 

104

Baca Lainnya