SURABAYA | klikku.id – Suasana hening dan haru menyelimuti Rumah Duka Grand Heaven Surabaya, Minggu malam (2/11). Ratusan umat Katolik memadati Ruang 107 – 109, untuk mengikuti Misa Arwah bertajuk “Four Years for Your Loved One”, sebuah perayaan doa bagi arwah orang terkasih yang telah berpulang.
Kegiatan tahunan yang kini memasuki tahun keempat itu diikuti sekitar 800 umat Katolik dari Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.

Misa dipimpin oleh RD. Yohanes Agus Sulistyo dan RD. Antonius Padua Dwi Joko dari Keuskupan Surabaya, serta diiringi Paduan Suara Bunda Kudus yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh pengharapan.
Sebelum misa dimulai, dibacakan intensi, atau nama-nama arwah keluarga yang ingin didoakan malam itu. Ketua Panitia, Christian, menyampaikan terima kasih atas kehadiran umat dan berharap kegiatan ini menjadi momen refleksi dan pengharapan.
“Misa Arwah ini adalah kesempatan bagi kita untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah mendahului. Semoga mereka diterima dalam kasih Tuhan,” ujarnya.

Dalam khotbahnya, Romo Antonius Padua Dwi Joko menekankan, bahwa kehidupan manusia tidak berhenti di dunia, melainkan berlanjut pada kehidupan kekal di sisi Tuhan.
“Hidup kita tidak berakhir di dunia ini. Kita percaya, ada rumah sejati di surga yang menanti setiap orang beriman,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan makna Hari Arwah Orang Beriman Sedunia, yang diperingati setiap 2 November, sebagai wujud kasih dan pengharapan bagi jiwa-jiwa yang masih dalam proses penyucian.
“Manusia tidak luput dari dosa. Karena itu, doa dari orang beriman di dunia diyakini dapat membantu mereka yang telah tiada agar disucikan dan diterima dalam kehidupan kekal,” imbuhnya.
Sementara Romo Yohanes Agus Sulistyo mengungkapkan rasa syukur karena misa kali ini turut dihadiri tokoh lintas agama.
“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kasih dan doa melampaui batas agama. Kita semua menuju tujuan yang sama, yakni kehidupan kekal,” katanya.

Beberapa tokoh lintas iman yang hadir antara lain Pembimas Katolik Kemenag Jatim Aries Papudi, Pembimas Buddha Kemenag Jatim Ketut Panji Budiawan, Pdt. Yefta Hadi Sugianto (GBT Kristus Pengasih), Sekjen MBI Jatim Harianto Tanudwijaya, serta Ustaz Nurcholis Soleh dari PCNU Surabaya.
Setelah khotbah, misa dilanjutkan dengan Komuni Kudus dan prosesi pemberkatan abu jenazah. Kedua Romo memercikkan air suci ke atas abu keluarga almarhum sambil memanjatkan doa penyucian jiwa.
Pimpinan Grand Heaven Surabaya, Tung Tung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan dan penghormatan bagi keluarga yang menitipkan abu orang terkasih di Grand Heaven.

“Misa Arwah ini juga menjadi jalinan silaturahmi dengan keluarga almarhum. Kami gelar malam hari agar lebih banyak umat bisa hadir. Tahun ini sekaligus kami persembahkan untuk mengenang sahabat kami, almarhum FX Rubbyjanto Suganda, yang kami anugerahi Lifetime Achievement Award,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil donasi dari misa akan diserahkan kepada para Romo dan Suster Keuskupan Surabaya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan apresiasi kepada tokoh agama yang hadir. Misa Arwah di Grand Heaven malam itu menjadi bukti nyata bahwa doa dan kasih tidak berhenti, bahkan setelah kematian. AMan
