SURABAYA | klikku.id — Di tengah ramainya perbincangan publik soal suara bocor admin Instagram pribadinya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan dua hal: dirinya tidak akan mengorbankan anak muda di timnya, dan akan tetap fokus bekerja menuntaskan persoalan kota.
“Mbak Hening tidak akan saya korbankan demi popularitas saya, apalagi demi politik orang lain,” tegas Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (3/11).
Pernyataan itu merespons viralnya cuplikan suara admin IG pribadinya, Hening Dzikrillah, yang tanpa sengaja terekam saat jeda siaran langsung (live Instagram). Candaan ringan itu dianggap sebagian warganet sebagai bentuk olok-olok terhadap kegiatan lapangan wali kota.
Eri mengaku menghargai langkah Hening yang sudah meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa ucapannya hanya candaan. Ia juga menolak pengunduran diri yang diajukan bawahannya itu.
“Anak-anak muda harus belajar berani menghadapi konsekuensi dan tidak mundur ketika salah. Yang penting tidak melanggar hukum, pasti saya beri kesempatan,” ujarnya.
Meski sorotan publik mengarah kepadanya, Eri menegaskan dirinya tidak akan larut dalam polemik. Ia memilih tetap turun ke lapangan, memantau kondisi banjir yang terjadi di beberapa titik Surabaya, seperti Bintoro dan Ciliwung, saat hujan deras mengguyur kota siang itu.
Ia tampak membawa handy talky (HT) sendiri, memantau laporan dari lurah, camat, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk memastikan genangan air cepat diatasi.
“Saya ingin semua OPD bergerak, bukan cuma wali kotanya. Karena kalau hanya wali kotanya yang turun, Surabaya tidak akan maju,” ujarnya.
Eri juga menegaskan kinerja pemerintahannya bisa diukur dari penurunan angka kemiskinan dan stunting, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama ia menjabat.
“Silakan menilai dari hasil kerja, bukan dari potongan video atau komentar medsos,” pungkasnya. In.Jo3.nwsia
