Internasional Pemerintahan

Jumat, 14 November 2025 - 20:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Khofifah Pelajari Smart City Singapura untuk Percepat Modernisasi Kota-Kota di Jatim

SURABAYA | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadikan tata ruang dan konsep smart city Singapura sebagai rujukan baru pembangunan kota-kota di Jawa Timur.

Hal itu ia sampaikan usai meninjau langsung Urban Redevelopment Authority (URA) Singapore City Gallery, Jumat (14/11), dalam rangkaian program RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

Di galeri yang menjadi pusat informasi perencanaan tata ruang Singapura itu, Khofifah melihat bagaimana negeri tersebut mengelola ruang kota secara terintegrasi, mulai kawasan industri, permukiman, ruang publik, hingga sistem aliran air dan pengelolaan sampah.

Semua divisualisasikan dalam model digital dan peta interaktif yang menunjukkan perkembangan kota dari masa ke masa serta proyeksi jangka panjangnya.

“URA City Gallery ini menjadi rujukan penting bagi Pemprov Jatim untuk membangun kawasan dengan konsep smart city yang inklusif, terencana, dan berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Ia menilai perencanaan Singapura sangat presisi, memberikan kepastian investasi, dan tetap berpijak pada prinsip kota yang humanis.

Menurutnya, keberhasilan Singapura bertumpu pada tata kelola kuat, visi yang konsisten, dan kemampuan menjaga keseimbangan antara modernisasi dengan pelestarian bangunan bersejarah.

“Identitas kota tetap dirawat, meski pengembangan berjalan sangat cepat,” ujarnya.

Khofifah menyatakan bahwa Jawa Timur, sebagai provinsi dengan ekonomi terbesar kedua di Jawa, memiliki tantangan besar dalam penataan ruang.

Di antaranya tekanan pertumbuhan penduduk, ketimpangan sarana prasarana antardaerah, konektivitas yang belum merata, hingga penurunan daya dukung lingkungan.

“Kami sedang membangun sejumlah kawasan metropolitan seperti Gerbangkertasusila (Greater Surabaya) dan Malang Raya, serta pusat pertumbuhan industri baru,” kata Khofifah.

Untuk itu, transformasi tata ruang seperti yang diterapkan Singapura dinilai relevan bagi Jatim.

Ia menekankan pentingnya penggunaan data, teknologi digital, dan sistem transportasi terintegrasi sebagai bagian dari pengembangan smart city.

Termasuk pengelolaan ruang hijau, konservasi lingkungan, green building, serta penguatan resiliensi kota terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

“Kami berharap dapat menjajaki kerja sama teknis, program peningkatan kapasitas, dan kajian bersama untuk memperkuat kemampuan perencanaan perkotaan di Jawa Timur,” tambahnya.

Khofifah optimistis pembelajaran dari Singapura dapat mempercepat modernisasi tata ruang Jatim sehingga kawasan metropolitan dan pusat industri tumbuh lebih tertata, adaptif, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, pembangunan yang berlangsung tidak hanya memperkuat daya saing ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warganya. R3d


 

93

Baca Lainnya