JEMBER | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan perlunya sinergi lintas provinsi untuk mengejar target swasembada daging nasional pada 2029.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) 2025 di Kabupaten Jember, Senin (24/11).
Menurut Khofifah, Indonesia masih mengimpor sekitar 58 persen kebutuhan daging nasional. Jika koordinasi berjalan optimal dengan daerah sentra ternak, target swasembada dapat dicapai dalam tiga hingga empat tahun.
“Jika semua bergerak bersama—peternak, penggemuk, perguruan tinggi, asosiasi dokter hewan, hingga pelaku usaha—kita bisa mandiri daging lebih cepat,” kata Khofifah.
Ia menyebut swasembada daging menjadi fase penting setelah Jawa Timur dinilai berhasil menuju swasembada beras dan memiliki peluang kuat swasembada gula pada 2026. Khofifah optimistis Jatim berada di posisi strategis sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Pemprov Jatim menerapkan sejumlah strategi percepatan, mulai dari vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK), gerakan inseminasi buatan, hingga pemeriksaan kebuntingan untuk memastikan keberhasilan program IB.
Pada kesempatan itu, Jatim juga menerima Rekor MURI untuk pelaksanaan inseminasi buatan sapi terbanyak dalam satu tahun. Prestasi tersebut didukung 1.417 petugas IB, 7.000 petugas pemeriksa kebuntingan, 58 pengawas, dan 95 pengawas obat hewan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik langkah tersebut. Ia berharap program IB mampu berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan peternak lokal.
“Kami berharap masyarakat Jember merasakan manfaat nyata dari program ini,” ujarnya. Nughie
