Bangkalan | klikku.id – Tawa ringan dan suasana santai tampak menyelimuti kawasan Tretan Waterpark saat Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjajal Wahana Seluncuran Pelangi yang berlokasi di Desa Katol Barat, Kecamatqn Geger. Di balik momen sederhana itu, tersimpan pesan kepemimpinan yang kuat pariwisata Bangkalan bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan ruang harapan bagi ekonomi rakyat.
Tidak banyak kepala daerah yang memilih “turun bermain” bersama warganya. Namun Lukman Hakim justru menunjukkan pendekatan berbeda. Dengan menjajal langsung wahana wisata, ia tidak hanya memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas, tetapi juga menyapa masyarakat dengan cara yang lebih manusiawi tanpa jarak, tanpa protokoler berlebihan
Bagi pengelola dan warga sekitar, kehadiran orang nomor satu di Bangkalan itu menjadi suntikan semangat. “Memberikan fasilitas kegiatan atau wisata ini supaya bisa terlaksana dengan baik. Dan ini tentu berdampak positif pada ekonomi,” ungkap H Fatkurrahman menggambarkan harapan yang perlahan berubah menjadi kenyataan.
Pariwisata, dalam pandangan Lukman Hakim, bukan hanya tentang jumlah kunjungan atau angka Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia adalah cerita tentang pedagang kecil yang kembali tersenyum, tentang UMKM yang hidup, dan tentang keluarga yang menemukan penghidupan dari geliat wisata lokal.
“Alhamdulillah, sebetulnya kita juga terlibat. Seperti yang disampaikan Kakanda Adhikur, tiga tahun lalu kita hanya memimpikan sarana dan prasarana seperti ini,” tutur Ji Kur satu tokoh yang sejak awal terlibat dalam proses pengembangan wisata.
Momen di Seluncuran Pelangi menjadi simbol perjalanan tersebut. Warna-warni lintasan seakan mencerminkan ragam harapan masyarakat Bangkalan. Dari anak-anak yang tertawa, pengelola yang optimistis, hingga pemerintah daerah yang berusaha hadir bukan hanya sebagai pengatur, tetapi sebagai bagian dari denyut kehidupan warga.
Dalam perspektif good governance, pendekatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus kaku dan formal. Kedekatan dengan masyarakat, keterlibatan langsung, serta keberanian mendengar aspirasi justru menjadi kunci keberhasilan kebijakan. Ketika pemerintah dan rakyat berdiri di lintasan yang sama, arah pembangunan pun terasa lebih jelas.
Pariwisata Bangkalan masih memiliki jalan panjang. Namun dengan kepemimpinan yang membumi dan partisipatif, sektor ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi sekaligus sumber kebanggaan daerah. Bagi masyarakat, kehadiran Bupati Lukman Hakim di tengah tawa dan keceriaan Tretan Waterpark adalah tanda bahwa mimpi itu tidak lagi jauh ia sedang meluncur pelan, menuju kenyataan.
(Anam)
329
