BANGKALAN | klikku.id – Kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan yang jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026) kemarin, terus berkembang. Hasil autopsi sementara mengungkap adanya dugaan kuat korban meninggal secara tidak wajar.
Kuasa hukum keluarga korban Risang Bima Wijaya S.H menyampaikan bahwa pihak keluarga telah memastikan identitas jenazah setelah proses identifikasi di instalasi forensik RS Bhayangkara.
Menurutnya, selama ini korban dikenal tidak memiliki persoalan maupun konflik, baik di lingkungan keluarga, tempat tinggal maupun di lingkungan pekerjaannya.
“Kami berharap kepolisian dapat segera mengungkap peristiwa ini. Dengan berbagai petunjuk yang telah ditemukan, semoga pelaku dapat segera ditangkap apabila memang kematian ini merupakan tindak pidana,” ujar Risang kuasa hukum keluarga.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah perhiasan milik korban yang tidak ditemukan saat jenazah diperiksa.
“Kalung, gelang, dan cincin di tangan kanan korban tidak ada. Namun barang-barang lain seperti telepon seluler, KTP, dan dokumen lainnya masih berada di dalam mobil bersama jenazah,” jelasnya.
Sementara itu, Made menyampaikan bahwa tim dokter forensik yang melakukan autopsi menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari pemeriksaan luar ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul. Selain itu terdapat pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada bibir atas dan bawah. Kondisi tersebut lazim ditemukan pada korban yang mengalami mati lemas atau asfiksia.
Pada pemeriksaan organ dalam, dokter juga menemukan perubahan warna merah kehitaman pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung. Selain itu tampak tanda pembendungan darah pada sejumlah organ tubuh.
Tim forensik juga melakukan pengambilan sampel untuk uji toksikologi terhadap ginjal, lambung beserta isinya, serta beberapa organ lainnya guna mengetahui ada tidaknya kandungan zat berbahaya yang diduga berperan dalam kematian korban.
Adapun hasil pemeriksaan usap vagina menunjukkan tidak ditemukan adanya sperma. Dokter forensik juga memastikan bahwa kondisi perut korban yang tampak membesar bukan disebabkan kehamilan.
“Korban dinyatakan tidak hamil. Seluruh sampel telah kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan lanjutan. Hasil lengkapnya masih menunggu proses laboratorium,” terang tim dokter forensik yang disampaikan Made.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami seluruh alat bukti, termasuk hasil autopsi, pemeriksaan toksikologi, rekaman CCTV, serta keterangan para saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir selama beberapa hari di kawasan Bandara Internasional Juanda. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut.
Reporter : Anam
