Daerah Ekonomi Bisnis

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:33 WIB

11 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist klikku.id Anam Biro Bangkalan.

Dok gambar foto ist klikku.id Anam Biro Bangkalan.

Antrean Panjang di Sejumlah SPBU, Kadiskopumdag Bangkalan Pastikan Stok BBM Aman, Minta Warga Tidak Panik

BANGKALAN | klikku.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Bangkalan, Mohammad Rasuli, S.Sos., M.M., menjelaskan antrean terjadi akibat keterlambatan pengiriman pasokan BBM dari Pertamina ke sejumlah SPBU.

“Memang antrean itu ada. Penyebab utamanya karena pengiriman dari Pertamina mengalami keterlambatan. Yang seharusnya datang pagi hingga siang, ternyata baru tiba sore sampai malam. Akibatnya stok di beberapa SPBU sempat kosong dan setelah pasokan datang masyarakat langsung membeli sehingga terjadi antrean,” ujarnya.

Meski demikian, Rasuli menegaskan stok BBM bersubsidi di Kabupaten Bangkalan masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Ia meminta warga tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang menyebutkan adanya kelangkaan maupun kenaikan harga BBM.

“BBM subsidi di Bangkalan masih tetap ada dan aman. Jadi kalau ada informasi yang tidak benar mengenai kenaikan ataupun kelangkaan BBM, masyarakat jangan mudah percaya dan tidak perlu panik,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta dapat dikenai sanksi hukum.

“Kami berharap masyarakat bijak dalam membeli BBM bersubsidi. Jangan sampai menyimpan atau menimbun karena hal itu melanggar ketentuan yang berlaku,” katanya.

Terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, Rasuli mengaku hingga kini Diskopumdag Bangkalan belum menemukan adanya kasus penimbunan. Menurutnya, kasus penyalahgunaan yang sempat terungkap beberapa waktu lalu merupakan hasil penindakan aparat penegak hukum, bukan temuan dari pihak Diskopumdag.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Rasuli, Diskopumdag telah lebih dulu menerbitkan surat edaran tertanggal 19 Juni 2026 kepada seluruh pengelola SPBU di Kabupaten Bangkalan.

Dalam surat tersebut, seluruh SPBU diminta tidak melayani penjualan BBM bersubsidi menggunakan jerigen atau wadah sejenis tanpa dokumen dan persyaratan yang sah, seperti rekomendasi dari sektor pertanian maupun perikanan. Pengelola SPBU juga diminta memperketat pengawasan terhadap operator agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan.

Untuk mengatasi antrean yang terjadi, Diskopumdag telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina wilayah Madura agar distribusi BBM ke Bangkalan tidak lagi mengalami keterlambatan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina agar pengiriman BBM ke SPBU di Bangkalan tidak terlambat lagi sehingga antrean panjang bisa diminimalkan,” ungkapnya.

Rasuli menambahkan, untuk jenis Pertalite, stok di sejumlah SPBU sudah kembali tersedia setelah pasokan masuk. Sementara untuk Solar subsidi, beberapa SPBU masih menunggu pengiriman berikutnya dari Pertamina.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena kebutuhan BBM di wilayah Bangkalan dipastikan masih dapat terpenuhi.

Anam KLIKKU.ID

44

Baca Lainnya