Daerah Politik

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:38 WIB

6 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam.

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam.

Muswil II Tetapkan Kembali Ismail A. Rahim Pimpin Pemuda Muslimin Indonesia Jatim

Surabaya | Klikku.id – Semangat transformasi organisasi dan penguatan peran generasi muda mewarnai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) II Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Graha Zabalnur, Surabaya, Jumat (26/06). Forum tertinggi organisasi tingkat wilayah itu kembali memberikan amanah kepada Ismail A. Rahim, S.Ag., M.Si. untuk memimpin Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur periode 2026–2029.

Keputusan tersebut lahir melalui musyawarah mufakat yang diikuti 85 peserta, terdiri dari lima delegasi dari masing-masing 17 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Terpilihnya kembali Ismail menjadi cerminan kepercayaan kader untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi sebagai wadah pembinaan generasi muda Muslim yang adaptif, produktif, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Mengusung tema “Transformasi Pemuda Muslim Jawa Timur: Memperkuat Konsolidasi Organisasi sebagai Penggerak dan Pendobrak Ekonomi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, Muswil II menjadi momentum mempertegas arah gerak organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Dewan Sarekat Islam Jawa Timur, Ketua Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Sekretaris Pimpinan Besar, hingga Ketua Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia.

Dalam periode kepemimpinan 2026–2029, Ismail menegaskan fokus organisasinya pada penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi pemuda, dakwah digital, pengembangan UMKM, kolaborasi strategis dengan pemerintah, penguatan kepemimpinan generasi muda, hingga transformasi digital organisasi.

Salah satu target utama yang menjadi prioritas adalah membentuk kepengurusan Pemuda Muslimin Indonesia di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur agar organisasi semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda di daerah.

“Kami ingin Pemuda Muslimin Indonesia hadir dan aktif di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Organisasi ini harus menjadi rumah kader yang mampu melahirkan pemimpin muda berintegritas, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa. Semangat perjuangan Sarekat Islam harus terus kita hidupkan melalui kaderisasi, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujar Ismail.

Selain memperluas jaringan organisasi, Ismail menilai digitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari tata kelola organisasi modern.

“Digitalisasi bukan sekadar memanfaatkan media sosial, tetapi membangun tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan transparan. Di sisi lain, kami ingin menghadirkan dakwah digital yang mencerahkan, memperkuat literasi masyarakat, mendampingi UMKM agar naik kelas melalui teknologi digital, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak. Organisasi harus mampu memberikan dampak, baik bagi kader maupun masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 harus dimanfaatkan sebagai peluang mencetak generasi muda Muslim yang unggul, tidak hanya dalam aspek intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. Usep Nukliri, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu basis besar gerakan Sarekat Islam di Indonesia. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak organisasi yang lebih progresif.

“Sarekat Islam sejak awal berdiri telah meletakkan fondasi perjuangan pada tiga pilar utama, yaitu keislaman, kebangsaan, dan kemandirian ekonomi umat. Nilai-nilai itu harus terus diterjemahkan oleh Pemuda Muslimin Indonesia dalam bentuk gerakan yang relevan dengan tantangan zaman. Kami berharap kepengurusan baru di Jawa Timur mampu memperkuat konsolidasi hingga tingkat daerah, memanfaatkan transformasi digital untuk memperluas dakwah dan kaderisasi, serta melahirkan kader-kader pemimpin yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kepengurusan baru tersebut, Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi hingga seluruh kabupaten dan kota, memperluas pemberdayaan ekonomi umat, mengembangkan ekosistem dakwah digital, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Langkah tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang tangguh sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Reporter: Anam
Editor: klikku.id

26

Baca Lainnya