Ekonomi Bisnis Pendidikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:34 WIB

1 hari yang lalu

logo

Sempat Ingin Berhenti Kuliah, Afryana Kini Berani Menentukan Arah Bersama PSP Elevate

JAKARTA | klikku.id – Keputusan untuk melanjutkan kuliah tidak selalu mudah. Bagi Afryana Marjuki Tresna Putra, pilihan tersebut sempat menjadi dilema karena kondisi ekonomi keluarga.

Lulusan SMK Manajemen asal Tasikmalaya itu merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Setelah kedua orang tuanya berpisah, sang ibu menjadi tulang punggung keluarga.

Kondisi tersebut membuat Afryana sempat mempertimbangkan untuk langsung bekerja agar bisa membantu keluarganya.

Namun, ia memilih tetap melanjutkan pendidikan. Sambil kuliah di Program Studi Ilmu Politik Universitas Siliwangi, Afryana mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan freelance sebagai wedding organizer.

Perjuangan tersebut kini membuahkan hasil. Ia mampu mempertahankan IPK 3,91 sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri.

Salah satu pengalaman yang turut mengubah cara pandangnya adalah ketika menjadi penerima ParagonCorp Scholarship Program (PSP) Elevate.

Bagi Afryana, PSP bukan sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan. Program tersebut mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang.

“PSP bagi saya adalah ruang untuk bertumbuh bersama mahasiswa satu Indonesia,” kata Afryana.

Sebelum bergabung dalam PSP, Afryana mengaku sempat merasa kesempatan berkembang lebih besar dimiliki mahasiswa dari kampus ternama. Pemikiran itu berubah setelah dirinya lolos sebagai penerima beasiswa.

Ia mulai memahami bahwa kesempatan tidak semata-mata ditentukan oleh nama perguruan tinggi. Keberanian mencoba dan kemauan untuk terus belajar justru menjadi faktor penting.

Pengalaman berjejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah juga membuatnya semakin terbuka terhadap perbedaan perspektif.

“Setiap orang punya pengalaman dan perspektif yang berbeda. Itu memperluas cara pandang saya,” ujarnya.

PSP juga mengubah cara Afryana dalam menentukan pilihan. Jika sebelumnya ia cenderung mengambil hampir setiap kesempatan yang datang karena takut kehilangan peluang, kini ia mulai belajar memilah.

Menurutnya, berkembang tidak berarti harus menerima semua kesempatan. Yang lebih penting adalah memilih peluang yang sejalan dengan tujuan.

Pembelajaran mengenai career adaptability turut membantunya memahami bahwa perjalanan karier tidak harus berjalan dalam satu jalur. Pengalaman dapat menjadi bekal untuk menentukan langkah berikutnya.

Afryana pun memilih mengembangkan diri sebagai seorang generalis dengan mengeksplorasi berbagai bidang.

Pengalamannya kemudian ia bagikan melalui konten mengenai perjalanan sebagai penerima beasiswa. Ia ingin mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk perguruan tinggi yang belum banyak dikenal, berani mencoba kesempatan pengembangan diri.

Di luar akademik, Afryana juga terlibat dalam Kahf Community dan menjadi Kahf Grooming Expert secara freelance.

Ia juga mulai mengeksplorasi gagasan pengelolaan sampah berbasis riset setelah melihat kondisi sungai di sekitar tempat tinggalnya yang tercemar sampah dan limbah rumah tangga.

Pada 2026, ia terpilih sebagai Jajaka Wakil I Sukapura Kabupaten Tasikmalaya setelah sebelumnya menjadi finalis Mojang Jajaka Sukapura.

Bagi Afryana, PSP tidak memberikan jawaban instan mengenai masa depan. Sebaliknya, program itu memberinya ruang untuk belajar menentukan pilihan.

“Dari PSP saya belajar bahwa kita tidak harus langsung tahu akan menjadi apa. Yang penting terus mencoba, belajar dari pengalaman, dan berani menentukan langkah berikutnya,” katanya.

ParagonCorp kembali membuka PSP 2026 melalui jalur PSP Excellence dan PSP Elevate. Pendaftaran berlangsung 10 Agustus hingga 10 September 2026.

Informasi pendaftaran tersedia melalui linktr.ee/ParagonCorpScholarshipProgram. AM@n


 

12

Baca Lainnya