Ekonomi Bisnis Pemerintahan Peristiwa

Rabu, 16 September 2026 - 16:38 WIB

22 jam yang lalu

logo

Empat Bank Nusumma Digabung, OJK Dorong Konsolidasi BPR

SURABAYA | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong konsolidasi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) untuk memperkuat struktur dan daya saing industri perbankan di daerah.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui penggabungan PT BPR Nusumma Jateng, PT BPR Nusumma Jawa Barat, dan PT BPR Nusumma Jogja ke dalam PT BPR Nusumma Jatim.

Keempat BPR tersebut memiliki kepemilikan yang sama. Setelah penggabungan, BPR Nusumma Jatim yang berkedudukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi BPR penerima penggabungan.

Peresmian konsolidasi ditandai dengan penyerahan Salinan Keputusan Pemberian Izin Penggabungan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (26/8).

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Jawa Timur Nasirwan mengatakan konsolidasi diharapkan membuat kapasitas BPR semakin kuat dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan.

“Dengan dilaksanakannya penggabungan keempat BPR, diharapkan konsolidasi ini dapat memperkuat struktur dan kapasitas BPR,” kata Nasirwan.

Menurut dia, penggabungan dapat memperkuat ketahanan permodalan, infrastruktur teknologi informasi, manajemen risiko, serta tata kelola. Penguatan tersebut diharapkan berdampak pada efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing BPR.

BPR yang sehat dan kuat, lanjut Nasirwan, memiliki peran penting dalam menyediakan layanan perbankan yang mudah diakses masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, OJK juga menyerahkan keputusan hasil penilaian kemampuan dan kepatutan calon pemegang saham pengendali, anggota komisaris, dan direksi BPR Nusumma Jatim hasil penggabungan.

Secara nasional, kinerja industri BPR dan BPR Syariah (BPR/S) hingga Mei 2026 masih tumbuh positif. Total aset mencapai Rp239,26 triliun atau tumbuh 4,16 persen secara tahunan.

Dana pihak ketiga mencapai Rp168,64 triliun, tumbuh 4,24 persen. Sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp178,52 triliun atau tumbuh 3,89 persen.

OJK menyatakan konsolidasi akan terus didorong untuk membangun industri BPR/S yang sehat, efisien, berintegritas, dan mampu memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian daerah. AM@n


 

17

Baca Lainnya