Ekonomi Bisnis

Jumat, 25 September 2026 - 23:48 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Lewat Kaligrafi, BI Tanamkan Pesan Positif di FESyar Jawa 2026

SURABAYA | klikku.id – Sebanyak 30 peserta menuangkan kreativitas melalui lomba kaligrafi kontemporer dalam rangkaian FESyar Regional Jawa 2026.

Bagi Bank Indonesia (BI), kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi seni, tetapi juga menjadi media menyampaikan pesan positif kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Lomba digelar di Grand City Surabaya, Jumat (25/9/2026), sebagai bagian dari FESyar Regional Jawa 2026 yang berlangsung hingga 27 September.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Agung Budi Laksono mengatakan, setiap kegiatan dalam FESyar diharapkan memberikan manfaat yang dapat diterapkan masyarakat.

“Harapan kami kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tidak sekadar perlombaan, tetapi ada nilai-nilai yang bisa kita dapatkan dan kita sampaikan kepada masyarakat,” ujar Agung.

Menurut dia, kaligrafi kontemporer memiliki ruang luas untuk menyampaikan pesan melalui perpaduan tulisan, warna dan bentuk. Karena itu, karya peserta diharapkan tidak berhenti pada nilai estetika.

“Tidak hanya menulis, tidak hanya menggambar, tidak hanya memainkan warna, tetapi kami berharap karya teman-teman di sini mempunyai nilai-nilai positif dan ada pesan-pesannya,” katanya.

Agung menilai pendekatan kreatif seperti kaligrafi dapat menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai yang sejalan dengan semangat ekonomi dan keuangan syariah. Pesan kebaikan yang disampaikan melalui karya seni diharapkan mampu menginspirasi masyarakat.

“Ketika kita bisa mengajak dan menginspirasi orang lain dalam kebaikan, mudah-mudahan itu juga menjadi bagian dari ibadah kita,” ujarnya.

Selain kreativitas, sportivitas menjadi perhatian dalam lomba tersebut. Seluruh peserta mendapat fasilitas yang sama, mulai dari lokasi, ukuran kanvas hingga perlengkapan menggambar.

“Di sini sudah ditempatkan yang sama, mendapat fasilitas yang sama. Tempatnya sama, kanvasnya juga ukurannya sama, alat menggambarnya juga sama sehingga diharapkan sportivitas,” jelas Agung.

Ia juga meminta peserta melihat kompetisi sebagai bagian dari proses belajar, bukan semata mengejar kemenangan. Pengalaman tersebut diharapkan terus berkembang hingga suatu saat mereka dapat kembali mengikuti kegiatan serupa dalam kapasitas berbeda.

“Bisa jadi dengan proses yang berulang kali, ke depan teman-teman yang 30 ada di sini yang sekarang duduk mungkin akan berubah menjadi dewan juri nantinya,” tuturnya.

Melalui kegiatan seni, edukasi dan berbagai agenda lainnya, FESyar Jawa 2026 diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. AM@n


 

39

Baca Lainnya