Ekonomi Bisnis

Minggu, 27 September 2026 - 21:38 WIB

18 jam yang lalu

logo

FESyar Jawa 2026, BI Dorong Literasi Keuangan Syariah Berujung Inklusi

SURABAYA | klikku.id – Pertumbuhan industri keuangan syariah belum sepenuhnya diikuti peningkatan penggunaan produk dan layanan syariah.

Bank Indonesia (BI) menilai penguatan literasi, transformasi digital, dan inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk memperluas inklusi.

Hal tersebut mengemuka dalam Talk Show Penguatan Literasi Keuangan Syariah yang menjadi bagian dari Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Exhibition Hall Grand City Convex Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar, baik di dalam negeri maupun global.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) 2025/2026, aset keuangan syariah global mencapai 5,99 triliun dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 9,7 triliun dolar AS pada 2029.

Indonesia sendiri berada di peringkat keempat Global Islamic Economy Indicator, setelah Malaysia, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

“Penguatan ekonomi syariah menjadi semakin penting untuk memastikan peluang global dan potensi Indonesia, dapat dioptimalkan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Noor.

Di dalam negeri, total aset keuangan syariah mencapai sekitar Rp3.131 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,56 persen secara tahunan. Aset perbankan syariah mencapai sekitar Rp1.067 triliun, tumbuh 8,92 persen.

Namun, pangsa perbankan syariah masih sekitar 7,26 persen terhadap industri perbankan nasional. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang untuk memperluas penggunaan layanan keuangan syariah.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK, LPS dan BPS pada 11 Agustus 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen. Sementara inklusinya baru 13,24 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah sektor konvensional yang mencatat literasi 69,57 persen dan inklusi 93,61 persen.

Noor mengatakan, penguatan ekonomi syariah perlu dilakukan melalui tiga jalur, yakni pengembangan rantai nilai halal, penguatan intermediasi dan inovasi keuangan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi.

“Penguatan literasi ekonomi syariah akan efektif apabila dibarengi masyarakat yang memahami, mempercayai, dan menggunakan produk keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Karena itu, FESyar menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital, inovasi pembiayaan dan edukasi agar pemahaman masyarakat dapat berujung pada akses serta penggunaan layanan keuangan syariah. AM@n


 

21

Baca Lainnya