JAKARTA | KLIKKU.ID — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) terhadap kiprahnya dalam mendorong pengembangan agribisnis nasional, khususnya melalui penguatan potensi kopi lokal Indonesia.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Rachmat sebagai respons atas penilaian JAM-HMI yang menyoroti perhatian dan komitmennya terhadap pengembangan produk lokal serta peningkatan daya saing sektor agribisnis.
“ Sampaikan terima kasih saya kepada yang menulisnya. Tetap mohon doanya, karena tugas pokok dan fungsi kita luar biasa beratnya,” ujar Rachmat Pambudy menanggapi apresiasi tersebut.
Koordinator Pimpinan Nasional JAM-HMI, Abdullah Amas, menilai Rachmat Pambudy memiliki perhatian terhadap pengembangan agribisnis yang berorientasi pada penguatan produk lokal dan peningkatan nilai ekonomi komoditas unggulan Indonesia.
Menurut Amas, kopi lokal tidak semestinya hanya dipandang sebagai komoditas perdagangan biasa, tetapi juga memiliki potensi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat usaha masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Beliau tidak sekadar memimpin kementerian, melainkan turut mendorong penguatan agribisnis nasional melalui pengembangan kopi lokal,” ujar Abdullah Amas.
Apresiasi JAM-HMI tersebut menempatkan pengembangan kopi lokal sebagai salah satu isu penting dalam upaya memperkuat sektor agribisnis Indonesia. Komoditas kopi memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pertanian, pengolahan hasil perkebunan, kewirausahaan, hingga perdagangan.
Dalam pandangan JAM-HMI, pengembangan kopi lokal perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pengolahan, penciptaan nilai tambah, penguatan pemasaran, serta perluasan akses terhadap pasar.
Abdullah Amas menyebut, latar belakang Rachmat Pambudy di bidang akademik dan agribisnis menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian organisasinya.
Rachmat diketahui memiliki rekam jejak akademik di bidang agribisnis dan kewirausahaan. Pengalaman tersebut dinilai relevan dalam mendorong perencanaan pembangunan yang memperhatikan potensi sektor produktif, termasuk pertanian dan perkebunan.
JAM-HMI juga menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem agribisnis yang melibatkan petani, pelaku usaha, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut diperlukan agar komoditas lokal mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Dalam apresiasinya, JAM-HMI turut menekankan pentingnya gagasan pengembangan sumber daya manusia di sektor kopi, termasuk melalui pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Konsep Sekolah Kopi Nusantara, sebagaimana disampaikan dalam materi apresiasi JAM-HMI, dipandang sebagai salah satu gagasan yang dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani, pelaku usaha, barista, serta wirausahawan muda di bidang kopi.
Selain peningkatan keterampilan, pengembangan sektor kopi juga membutuhkan inovasi dalam pengolahan hasil perkebunan, pemanfaatan produk sampingan, peningkatan kualitas, dan penguatan rantai pasok.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah yang dinikmati petani dan pelaku usaha di daerah penghasil kopi.
Meski demikian, implementasi berbagai gagasan tersebut memerlukan dukungan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta evaluasi yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
JAM-HMI menilai penguatan produk lokal merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian ekonomi nasional. Kopi menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perluasan akses pasar.
Melalui pernyataan Abdullah Amas, organisasi tersebut menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Rachmat Pambudy pada sektor agribisnis. Apresiasi itu sekaligus menjadi dorongan agar pengembangan potensi pertanian dan perkebunan terus memperoleh perhatian dalam agenda pembangunan nasional.
JAM-HMI sendiri merupakan organisasi yang menghimpun alumni muda Himpunan Mahasiswa Islam. Berdasarkan keterangan organisasi, JAM-HMI memiliki perwakilan di sejumlah daerah, antara lain Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Utara.
Organisasi tersebut juga menyebut keterlibatannya dalam gerakan dakwah Almubasyirat Sayyid Muhammad Qasim.
Apresiasi kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut menjadi bagian dari perhatian JAM-HMI terhadap arah pembangunan nasional, terutama dalam mendorong penguatan sektor agribisnis, pemberdayaan produk lokal, dan peningkatan nilai ekonomi komoditas unggulan Indonesia.
KLIKKU.ID ANAM.
