Daerah Pelayanan Publik Pendidikan

Senin, 9 November 2026 - 00:39 WIB

15 menit yang lalu

logo

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID BIRO BANGKALAN.

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID BIRO BANGKALAN.

PEJALAN GELAR FORUM TRANSPARANSI REVITALISASI SDN, DISDIK BANGKALAN IMBAU KEPSEK TERBUKA TERHADAP PENGAWASAN MEDIA

BANGKALAN | KLIKKU.ID – Komitmen mewujudkan transparansi pelaksanaan proyek revitalisasi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bangkalan menjadi perhatian bersama berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Hal tersebut mengemuka dalam forum dialog dan koordinasi yang diselenggarakan Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PEJALAN), bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.

Forum tersebut melibatkan sejumlah unsur strategis, di antaranya pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, para kepala sekolah penerima program revitalisasi, Kejaksaan Negeri (Kejari), Polres Bangkalan, DPRD Kabupaten Bangkalan, CV perencana, unsur pengadaan, LSM, aktivis mahasiswa, Diskominfo, serta Inspektorat.

Pertemuan lintas sektor tersebut menjadi ruang komunikasi dan koordinasi untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya keterbukaan informasi, pengawasan, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sarana pendidikan.

Dalam forum tersebut, Ady, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, secara khusus menyampaikan imbauan kepada seluruh kepala sekolah penerima program revitalisasi agar tidak menutup diri terhadap kehadiran maupun kegiatan peliputan insan pers di lokasi pekerjaan.

Menurutnya, keterlibatan media dalam memantau pelaksanaan proyek merupakan bagian dari kontrol sosial yang dapat mendukung terwujudnya transparansi pembangunan fasilitas pendidikan.

“Saya mengimbau kepada teman-teman kepala sekolah yang mendapatkan program revitalisasi, apabila nantinya ada rekan-rekan media datang ke lapangan atau ke sekolah, silakan diarahkan dan diterima dengan baik. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Ini merupakan bentuk nyata transparansi dari pekerjaan yang kita laksanakan,” ujar Ady.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan pihak sekolah terhadap kegiatan jurnalistik bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, hal tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan program yang dibiayai menggunakan anggaran pemerintah.

Ady juga menyampaikan apresiasi kepada Syaiful Anam, S.Pd., yang akrab disapa Anam, selaku Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PEJALAN), atas kepedulian dan perhatiannya terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong transparansi pelaksanaan program revitalisasi sekolah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Mas Anam selaku Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Beliau berlatar belakang Sarjana Pendidikan dan memiliki perhatian terhadap pendidikan. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sejalan dengan latar belakang keilmuannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, prinsip keterbukaan diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui penerimaan terhadap kunjungan media, tetapi juga dengan memberikan akses informasi yang relevan mengenai pelaksanaan proyek, mulai dari identitas program, sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, hingga perkembangan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui forum yang mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, legislatif, pelaksana teknis, organisasi masyarakat, aktivis mahasiswa, dan insan pers tersebut, diharapkan terbangun sinergi pengawasan yang konstruktif.

PEJALAN berharap pelaksanaan program revitalisasi gedung sekolah di Bangkalan dapat berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, ketentuan pengadaan, serta standar kualitas pekerjaan yang telah ditetapkan.

Sebab, pembangunan fasilitas pendidikan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan juga memastikan bahwa anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan belajar dan pelayanan pendidikan bagi peserta didik.

Transparansi bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kualitas pekerjaan, mencegah potensi penyimpangan, dan memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

#KLIKKU.ID BANGKALAN

8

Baca Lainnya